Dinas Dayah Aceh Sosialisasikan Program Diniyah Formal

0

BANDA ACEH | LA – Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Usamah El-Madny S.Ag MM membuka acara Pembelajaran Dayah dan Bimtek Penyelenggaraan Program Muadalah, Pendidikan Diniyah Formal dan Wajar Dikdas pada Dayah Salafiah di Hotel Al-Hanifi Banda Aceh pada Rabu malam (27/03/2019).

Acara yang diikuti oleh 46 peserta dari Perwakilan Dayah di 23 Kabupaten dan Kota di Aceh ini berlangsung selama 3 hari yaitu dari tanggal 27 sampai 29 Maret.

Kegiatan ini sendiri  nantinya akan diisi oleh berbagai Narasumber yang memiliki latar belakang yang berbeda tapi mempunyai hubungan erat dengan tema kegiatan yang akan dilaksanakan diantaranya akan diisi oleh Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Usamah El-Madny S.Ag MM dengan materi “Kebijakan Pemerintah Aceh Terhadap Penyelenggaraan Program Muadalah, Pendidikan Diniyah Formal dan Wajar Dikdas”.

Pemateri kedua yaitu Kakanwil Kemenag Aceh Drs H.M Daud Pakeh dengan materi “Eksistensi Penyelenggaraan PDF, Muadalah dan Wajar Dikdas pada Pondok Pasantren di Aceh”, yang ketiga Pimpinan Dayah Babussalam Matangkuli Tgk H Sirajuddin Hanafi dengan materi “Kontribusi Dayah Salafiah terhadap Penyelenggaraan Program Diniyah Formal (PDF)”, yang keempat Wadir Dayah MUDI Mesra Samalanga Tgk Helmi Imran, MA dengan materi “Motivasi Dayah Salafiyah dalam menyelenggarakan Program Muadalah”.

Saat membuka Acara, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Usamah mengatakan kehadiran Program Diniyah Formal (PDF) di Dayah sudah seharusnya disambut dengan antusias dan dukungan dari berbagai stakeholder pendidikan, khususnya di Aceh.

“Sebab, PDF ini adalah formula baru dalam proses kemajuan dan pengembangan dayah, yaitu mendapat legalitas formal dalam sistem pendidikan nasional, disisi lain Pemerintah Aceh dan Dinas Pendidikan Dayah Aceh ingin tetap mempertahankan Karakter Dayah Salafi di Aceh, karena merupakan karakter peradaban Aceh,” ungkap Usamah.

Menurut Usamah, kenapa kegiatan ini mengundang pimpinan atau wakil pimpinan dayah, hal itu untuk diberikan informasi tentang program penting ini.

Ia mengaku, kegiatan ini sebagai upaya memberikan informasi yang lengkap bagi dayah di Aceh, bahwa ada 3 program yang penting dan baik bagi dayah-dayah Salafi yaitu Program Muadalah, Program Diniyah Formal dan Program Wajar Dikdas.

“Hal ini adalah bagian dari merespon kemajuan zaman,” tegas Usamah.

Ia mengharapkan, agar Dayah-dayah yang ada di Aceh dapat memakai PDF ini, karena semua lulusan Dayah nantinya tidak notabene menjadi Alim Ulama, namun ada juga yang menjadi Umara, baik itu sebagai Kepala Desa, Anggota DPR, Bupati/Walikota, Gubernur yang mana persyaratan utamanya adalah Ijazah.

“Kita ingin 15-20 tahun ke depan, para alumni Dayah menjadi pemimpin di Aceh tercinta ini, pemimpin yang tidak hanya paham ilmu dunia tapi juga paham ilmu akhirat,”tutup Usamah. (*)