Dinkes dan Dinsos Aceh Timur Diminta Fokus Tangani Gizi Buruk

0
@Liputanaceh.com

ACEH TIMUR | LA – Bupati Aceh Timur, H. Hasballah H. M. Thaib, SH, meminta Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial setempat lebih fokus dalam menangani penderita gizi buruk. Hal itu penting mengingat gizi buruk menjadi permasalahan serius di tengah-tengah masyarakat.

“Dinas Kesehatan memiliki Bidan Desa (Bides) di setiap desa. Begitu juga dengan Dinas Sosial memiliki Tim Program Keluarga Harapan (PKH) dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK). Oleh karenanya perlu kerja sama yang baik, sehingga persoalan kesehatan seperti gizi buruk dapat tertanggulangi dengan cepat,” ujar Hasballah kepada wartawan, Rabu (8/5).

Menyikapi salah satu penderita gizi buruk asal Kecamatan Ranto Selamat, yang kini dirawat di RSUD Dr. Zubir Mahmud, Aceh Timur, Bupati juga meminta para medis selama Ramadan lebih giat turun ke desa-desa untuk melakukan pengecekan dan menanyakan langsung berbagai masalah kesehatan kepada aparatur desa.

“Jika di desa ditemukan kendala, maka segera berkoordinasi dengan asisten yang membidanginya, sehingga persoalan kesehatan dapat tertanggulangi secara maksimal,” kata bupati.

Ia juga meminta pasien gizi buruk yang dirawat di rumah sakit diawasi secara bertahap dan diberikan gizi tambahan sesuai kebutuhan.

Bupati mengaku baru-baru ini mendapat laporan adanya penderita gizi buruk di Dusun Matang Nibong, Desa Ranto Panjang, Kecamatan Ranto Selamat, yaitu bayi bernama Sakdiah, anak dari pasangan Jafaruddin dan Erlena, memiliki berat badan 3,2 kg dan tinggi badan 54 centimeter.

“Saat ini bayi yang menderita gizi buruk tersebut sudah dalam penanganan medis di RSUD Dr. Zubir Mahmud Aceh Timur di Idi,” kata bupati. Ia berharap agar Sakdiah segera sembuh dan kembali mengalami peningkatan pertumbuhan sebagaimana bayi normal yang seusianya.

Sementara Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Aceh Timur, Zainal Abidin, SKM, MKes, mengatakan, penderita gizi buruk yang mendapat perawatan di Aceh Timur pada tahun 2017 berjumlah 10 orang, 2018 berjumlah 10 orang dan Januari hingga Mei 2019 sebanyak 6 orang. (z)