Diskusi di Bogor, Yusril Sebut Jokowi Banyak Tanya soal UUD

0
Yusril Ihza Mahendra berdiskusi mengenai UUD 1945 dan pembangunan hukum ketika ke Istana Bogor, Senin (1/7) malam. CNN Indonesia/Adhi Wicaksono

LIPUTANACEH.COM– Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengaku berdiskusi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), sebelum bertemu dengan tim hukum, di Istana Kepresidenan Bogor, Senin (1/7) malam. Yusril menyebut Jokowi membahas masalah terkait Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

“Ya ada yang dibicarakan terkait masalah berbagai hal termasuk masalah konstitusi kita UUD 45, banyak sekali pertanyaan kepada saya dan saya menjelasan secara lebih detail,” kata Yusril usai bertemu dengan Jokowi, di Istana Kepresidenan Bogor, Senin (1/7).

Yusril hadir lebih awal dibanding tim kuasa hukum Jokowi-Ma’ruf yang mengawal gugatan hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK). Ia datang sekitar pukul 16.30 WIB. Sementara itu tim hukum Jokowi-Ma’ruf hadir setelah Salat Magrib.

Yusril mengatakan masalah yang ditanyakan Jokowi antara lain terkait pendapat yang berkembang di tengah masyarakat soal amandemen UUD 1945 ataupun kembali kepada UUD 1945 yang asli.

“Karena pikiran-pikiran yang berkembang di masyarakat, apakah mau amandemen kembali UUD ’45, ada yang mau kembali ke UUD ’45 yang murni,” ujarnya.

“Jadi yang hal-hal seperti ini banyak sekali yang beliau tanyakan ke saya dan saya jawab sebisanya,” kata Yusril melanjutkan.

Yusril mengatakan Jokowi juga menjelaskan beberapa persoalan terkait dengan pembangunan hukum di Indonesia. Persoalan yang dimaksud antara lain terkait masalah kepastian hukum, harmonisasi hukum yang kerap menjadi hambatan di bidang investasi, hingga hambatan upaya penegakan hukum.

“Jadi itu yang sebenarnya lebih spesifik beliau bicarakan kepada saya,” tutur mantan Menteri Hukum dan Perundang-undangan itu.

Yusril mengatakan dalam diskusi dengan Jokowi itu tak disinggung soal posisi dirinya apakah akan terlibat atau tidak dalam pemerintahan ke depan. Menurutnya, diskusi sebatas membicarakan masalah UUD 1945 dan pembangunan hukum di Indonesia.

“Lebih banyak mendiskusikan masalah-masalah sekarang, masalah-masalah ke depan terutama terkait dengan UUD ’45 dan pembangunan hukum pada umumnya,” katanya.

Menurut Yusril, pembangunan hukum yang bisa dilakukan meliputi perbaikan dalam sistem bernegara dan pengaturan-pengaturan yang dianggap ideal di masa depan. Ia menyebut diskusi dengan Jokowi lebih banyak membicarakan masalah konstitusi.

“Pembicarannya memang masalah konstitusi, mungkin karena memang saya mempelajari masalah itu. Ya jadi ke depan ada persoalan-persoalan kosntitusional yang perlu kita atasi dan perlu kita pecahkan bersama-sama,” tuturnya.

Sumber : CNN Indonesia