Distanbun Aceh Ikut Rakor Pembenihan Perkebunan Se Indonesia

0
99

BANDA ACEH| LA – Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh melalui Bidang Perbenihan, Produksi, dan Perlindungan Perkebunan dan UPTD BBPMP (Balai Benih Peralatan Mesin Perkebunan) mengikuti Rapat Koordinasi Perbenihan Perkebunan se Indonesia.

Acara yang dilaksanakan oleh Direktorat Perbenihan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian di Hotel Savero Depok pada Tanggal 1 – 3 Maret 2018.
Adapun kegiatan tersebut dibuka oleh Dirjenbun Ir. Bambang, MM.

Kabid Perbenihan, Produksi, dan Perlindungan Perkebunan Distanbun Aceh, Azanuddin Kurnia yang dihubungi media ini mengatakan kegiatan ini diikuti oleh Dinas yang membidangi perkebunan seluruh Indonesia dan juga oleh UPT dan Balai yang ada dalam lingkup Ditjenbun se Indonesia.

Ketika ditanya media ini, apa yang dibawa dan hasil dari pertemuan tersebut, Azan menyatakan bahwa, pihaknya memberikan laporan kepada Dirjenbun melalui Direktorat Perbenihan tentang upaya – upaya yang sudah dan sedang dilakukan untuk percepatan kegiatan 2018 ini.

“Kita sudah mulai pelelangan pada akhir Desember 2017 agar tercapai percepatan dan serapan anggaran sesuai yang diharapkan Pak Dirjenbun,” kata Azanuddin Kurnia, Minggu 4 Maret 2018.

Terhadap kegiatan yang mengalami refocusing, dikatakan akan menunggu POK terbit tetapi secara perlahan, apa yang bisa dilakukan di lapangan akan kerjakan terus.

“Dengan tetap sesuai aturan yang berlaku. Kita mendukung kebijakan Pak Dirjen untuk percepatan mengingat kegiatan khususnya di perbenihan terkadang bisa terkendala dengan masalah musim atau iklim. Untuk itu kerja cepat dan kerja cerdas perlu kita terapkan dengan tetap menjaga kekompakan tim,” pintanya.

Di Aceh, ujar Azanuddin Kurnia, harus bergerak cepat, karena apabila tidak berproses sampai 31 Maret, maka kemungkinan besar anggaran akan ditarik kembali ke pusat.

Azan optimis pada akhir Desember 2018 Insya Allah akan tercapai target di atas 95 %. Komoditi yang menjadi intervensi pada tahun ini adalah Kopi Arabika, Kakao, Kelapa Dalam, Lada, Cengkeh, dan Nilam, serta alat pengolahan hasil dan pasca panen.

Juga turut dilakukan penguatan kelompok melalui pembentuka LEM (lembaga ekonomi masyarakat).

“Kita tidak hanya membagi bibit, tetapi juga akan membangun Kebun Sumber Benih berupa Kebun Induk dan Kebun Entres, Pemeliharaan BPT (Blok Penghasil Tinggi) dan PIT (Pohon Induk Terpilih) sehingga nantinya Aceh akan mudah untuk mendapatkan bibit berkualitas benih bina dan unggul lokal dan dilakukan perbanyakannya di Aceh,” sebut nya.

BAGIKAN

KOMENTAR