DPR Aceh Minta Tim Khusus PT EMM Tak Rugikan Aceh

0
Ketua Komisi II DPR Aceh, Nurzahri, ST.

BANDA ACEH |LA – Ketua Komisi II DPR Aceh, Nurzahri, ST mengakui, pihaknya tidak dilibatkan dalam pembentukan Tim Khusus terkait penyelesaian permasalahan izin tambang PT. Emas Mineral Murni (EMM) oleh Pemerintah Aceh. itu sebabnya, ia meminta, tim khusus tersebut berkerja profesional dan tidak merugikan rakyat Aceh.

Sebelumnya, Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah membentuk tim khusus sebagai bagian implementasi janji dengan para pendemo. Dihadapan ribuan mahasiswa yang melakukan aksi di halaman Kantor Gubernur Aceh ketika itu, Nova Iriansyah berjanji akan membentuk tim khusus guna mempelajari celah yang bisa digukan untuk mencabut izin PT. EMM.

“Sebenarnya, kalau DPR Aceh bertugas melakukan pengawasan. Mengenai janji Plt Gubernur Aceh akan menyelesaikan masalah PT. EMM, sejak 14 hari menandatangani petisi demo . Itu saya pikir, itu janji Plt dengan pendemo. Dan, adik-adik mahasiswa lebih berhak mempertanyakan komitmen tersebut. Kami dari DPR Aceh tidak terlibat dalam hal itu,” ungkap Nurzahri pada media ini, Senin (20/5/2019)

Ketua Komisi II DPR Aceh yang membidangi Perekomian, SDA dan Lingkungan Hidup ini menjelaskan. Dalam konteks PT. EMM, DPR Aceh pernah mengeluakan keputusan dalam bentuk paripurna, yang meminta Plt Gubernur Aceh untuk membuat tim khusus, agar melakukan upaya-upaya khusus untuk menghentikan aktifitas pertambangan di Kabupaten Nagan Raya dan Aceh tengah oleh PT. EMM

Kemudian, dalam perjalannya, ia mengetahui jika Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah telah membentuk tim khusus tersebut. Sayangnya, Plt Gubernur Aceh tidak pernah melibatkan DPR Aceh dalam pembentukannya. Bahkan, setelah tim itu terbentu, tak pernah diberitahukan  pada DPR Aceh.

Dia menengaskan. Seharusnya, Pemerintah Aceh harus melaporkan pembentukan tim khusu pada DPR Aceh secara resmi. Sehingga, DPR Aceh khususnya Komisi II mengetahui secara rinci dasar pembentukannya.

“Dasar pembentukan tim ini, membuat hasil pertimbangan DPR Aceh atau tidak. Atau hanya sekedar merespon pendemo secara psikologi. Kita berharap pembentukan tim ini atas dasar  petusan parupurna DPR Aceh. Sehingga, putusan ini adalah semangat menjalankan amanah rakyat. Karena, putusan kami adalah putusan rakyat,”ungkapnya.

Nurzahri juga mempertanyakan kemana arah tim ini berkerja, karena menggunakan SK Plt Gubernur Aceh. Tentunya, tim ini akan menggunakan anggaran Pemerintah Aceh untuk berkerja. Sehingga,  dia berharap jangan sampai Aceh rugi dua kali.

Kerugian yang dimaksud Nurzahri adalah. “Yang pertama, rugi karena PT. EMM telah mengeksplorasi hasil alam Aceh yang telah melampaui izin Pemerintah Aceh. Kedua, ada pengeluaran lagi dari APBA untuk tim khusus ini. Saya yakin anggarannya sangat besar, dengan agenda dan perjalanan. Jangan sampai tidak membawa hasil apa-apa,” harap Anggota DPR Aceh asal Langsa ini.

Dia mengingikan, kegiatan eksplorasi sumber alam Aceh yang dilakukan oleh PT. EMM segera dihentikan. Jangan sampai, PT EMMtetap jalan, sehingga  tim khusus sebagai pengkaji izin tambang yang dibiayai menggunakan uang negara tidak memberikan manfaat bagi keinginan rakyat Aceh.

“Jangan sampai, seolah menjadi pembenaran,seolah hasil kajian mereka terhadap izin PT. EMM adalah sah. Tim ini harus betul-betul seperti tim evengers, istilah melenial sekarang, tim ini yang akan mempertahan bumi dari serangan elien. Nah, kita berharap Tim ini juga harus menjadi tim avengers- nya Aceh, yang mempertahankan hasil bumi Aceh dari pihak-pihak yang ingin menguasai hasil kekayaan Aceh,” harap alumni ITB ini.