DPR Aceh Paripurnakan PertanggungJawaban APBA 2014

0

BANDA ACEH – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh melakukan sidang paripurna terhadap penutupan masa persidangan II tahun 2015 DPRA terhadap rancangan qanun Aceh tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBA tahun 2014, di gedung serbaguna, Selasa 8 september 2015.

Ketua DPR Aceh, Tgk. Muharuddin, mengatakan anggaran merupakan urat nadi penyelenggaraan pembangunan baik yang ber skala kecil maupun skala besar. Gubernur sebagai kepala Pemerintahan Aceh dan jajarannya telah diberi wewenang untuk menggunakan anggaran tersebut sebaik-baiknya sesuai dengan aturan perundangan yang berlaku.

“Proses penganggaran untuk tahun anggaran 2014 yang dimulai dari fase perencanaan, penganggaran, dan pertanggung jawaban akhir penggunaannya telah kita lewati bersama,” kata Tgk. Muharuddin.

Begitupun dalam pembahasan rancangan qanun tentang pertanggungjawaban APBA 2014, telah dibahas mulai dari pendapat badan anggaran sampai dengan pendapat akhir fraksi-farksi.

“Kepada semua pihak yang terlibat dalam seluruh tahapan tersebut,  kami sampaikan ucapkan terima kasih, terutama kepada masing-masing fraksi yang telah menyampaikan pendapat akhirnya di dalam sidang paripurna dewan,” ujarnya.

Menurutnya apa yang disampaikan masing-masing fraksi, baik berupa masukan, pendapat, usul dan saran akan menjadi bahan berharga sebagai bahan pertimbangan dalam langkah menjalankan roda pemerintahan berikutnya.

“Pada kesempatan ini kami atas nama Dewan Perwakilan Rakyat Aceh juga menyampaikan ucapan terima kasih yang setinggi-tinggi kepada seluruh jajaran eksekutif yang telah  bersama-sama melakukan pembahasan terhadap pertanggungjawaban anggaran  tahun 2014,” ujarnya. (Zikri)

Kerjasama ini besar sekali maknanya bagi semua pihak karena melalui sistem dan  mekanisme tersebut dapat mengetahui kelemahan dan kelebihan dalam pelaksanaan program-program pembangunan yang dibiayai oleh  APBA tahun anggaran 2014 lalu.

“Meski demikian, kita tidak boleh larut dalam menyikapi kelemahan dan kekurangan masing-masing, marilah kita menjadikan kekurangan itu sebagai cermin bagi kita dalam  melaksanakan dan  mengimplementasikannya di masa mendatang,” ungkapnya.