DPRK Sebut 40 Persen Bangunan Belum Miliki IMB

0
278

Irwansyah-2-640x420

Banda Aceh – Anggota komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah, menyebutkan sekitar 40 persen dari sekitar 60 ribu bangunan di kota Banda Aceh belum memiliki Izin Membangun Bangunan (IMB).

Irwansyah menyebutkan bangunan tersebut umumnya adalah bangunan- bangunan lama. Dan terkait hal ini dirinya mengatakan perlu diskusikan tentang wacana ‘pemutihan’ untuk bangunan tersebut.

“Pemutihan disini diartikan semacam diberikannya beberapa keringanan kepada warga yang belum punya IMB, sepertit keringanan biaya, keringanan administrasi, dan lainnya,” kata Irwansyah, Jum’at (28/08).

Irwansyah juga berharap agar seluruh bangunan di Banda Aceh harus memiliki IMB, demi semakin tertatanya Kota ini. Terkait dengan bangunan yang akan ‘diputihkan’ harus memiliki syarat-syarat dan ketentuan yang berlaku.

“Terkait keringanan ini akan kita atur lebih lanjut dalam bab dan pasal khusus didalam Raqan ini,” ungkap politisi PKS tersebut.

Pihaknya juga mendorong eksekutif untuk segera menyelesaikan Raqan Bangunan Gedung yang baru, yang akan mengatur beberapa hal penting untuk semakin indahnya Kota, baik itu zonasi, pewarnaan gedung, tata letak gedung, mengantisipasi posisi bangunan ruko yang tumbuh tidak rapi (maju mundur, tdk sejajar, miring, dll, spt diruas jalan batoh).

Selain itu retribusi IMB dikutip berdasarkan Indeks Terintegrasi, dengan mengalikan nilai rupiah dengan luas bangunan dengan koefisien tertentu, sehingga akan dibedakan tariff untuk rumah hunian, rumah ibadah, tempat usaha, hotel, bengkel, restoran/cafe, dan lainnya.

“Kita akan mendorong agar diberikan klasifikasi pada tarif tersebut, tidak pukul rata, tentu untuk kategori rumah hunian warga dan tempat ibadah/sosial kita dorong untuk ditekan tarifnya,”pungkas Ketua Fraksi PKS-Gerindra DPRK Banda Aceh itu. (Zikri Bin Yakob)

BAGIKAN

KOMENTAR