Duta Besar Uni Eropa Kunjungi DPRA, Bahas Potensi Aceh

0

Banda Aceh | LA-  Kedatangan tamu Duta Besar Uni Eropa, Vincent Guerend bersama Tim Delegasi Uni Eropa diterima oleh T. Irwan Djohan, ST selaku Pimpinan DPRA di Ruang Kerja Wakil Ketua II DPRA pada hari Rabu, 14 Maret 2019 pukul 11.00 WIB sampai dengan 12.00 WIB.

Membuka pertemuan ini Duta Besar menyampaikan maksud kehadirannya ke Aceh guna menyaksikan langsung “jejak-jejak” lain terkait geographical indication di Bumi Serambi Mekah ini.

Beliau sendiri mengakui dengan niat tulus untuk membantu perekonomian Aceh, Beliau telah sampai ke Pulau Sabang untuk mencari tanda-tanda geographical indication tersebut. Vincent Guerend menyatakan bahwa Kopi Gayo telah diakui di benua Eropa sebagai produk Geographical indication asli dari Aceh.

Dan Kopi Gayo adalah “satu-satunya produk” dari Negara Indonesia yang diakui Eropa sebagai Geographical indication dari Aceh. Oleh karenanya varietas/labeling KOPI GAYO tidak boleh digunakan kepada suatu produk, tanpa memberikan “kompensasi” apapun kepada Aceh.

Untuk kita pahami bersama, a Geographical Indication (eng.) atau Indikasi Geografis adalah suatu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang dan/atau produk yang karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia, atau kombinasi dari kedua faktor tersebut memberikan reputasi, kualitas, dan karakteristik tertentu pada barang dan/atau produk yang dihasilkan.

Perlindungan Indikasi Geografis ini menjadi penting karena Indikasi geografis juga merupakan hak milik yang memiliki nilai ekonomis, sehingga perlu mendapat perlindungan hukum. Indikasi geografis juga merupakan tanda pengenal atas barang yang berasal dari wilayah tertentu atau nama dari barang yang dihasilkan dari suatu wilayah tertentu dan secara tegas tidak bisa dipergunakan untuk produk sejenis yang dihasilkan dari wilayah lain.

Selain itu, indikasi geografis juga dapat menjadi indikator kualitas yang menginformasikan kepada konsumen bahwa barang tersebut dihasilkan dari suatu lokasi tertentu dimana pengaruh alam sekitar menghasilkan kualitas barang dengan karakteristik tertentu yang terus dipertahankan reputasinya.

Indikasi geografis dapat juga merupakan strategi bisnis yang dapat memberikan nilai tambah komersial terhadap produk karena orisinalitasnya dan limitasi produk yang tidak bisa diproduksi daerah lain.

menyahuti hal ini, Pimpinan menyambut gembira atas informasi yang diberikan Duta Besar Uni Eropa. Selanjutnya antara Pimpinan DPRA dan Delegasi Eropa melanjutkan pembahasan tentang pemberdayaan ekonomi yang berdampak baik terhadap lingkungan dan “political will” di Bumi Aceh ini.