Egois Legislatif dan Eksekutif Bukan Untuk Membangun Daerah

0

ACEH|LA-Selama ini Masyarkat di Provinsi Aceh sudah bertanya tanya terhadap  dua kepemimpinan pemerintah Aceh Legislatif dan Eksekutif, hal ini disampaikan Ketua Umum Forum Bersama Aceh Meusaboh (FOBES AMSA) M. Jafar- selasa 03-07-2018

Dia merelis kepada liputanaceh yang bahwa, pihak Legislatif dan Eksekutif jangan mempertahankan Egois masing masing terhadap Isue yang berkembang selama ini, ingatlah Masyarakat yang sudah menentukan pilihan terhadap anda, jagan bawa hal ini ke isue politik.

‘’Mereka harus mengingatkan Masyarakat’jangan asal membuat Program yang tidak berkepentingan untuk Masyarkat, seperti yang selama ini berkembang isue, Legislatif dan Eksekutif sedang asik menerjemahkan Qanun dan UUPA apa yang di tafsirkan lagi, perjanjian sudah, dan hari ini tinggal dijalankan saja.

Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2018 disahkan Menteri Dalam Negeri RI Tjahjo Kumolo sudah  menyetujui APBA 2018 sebesar Rp.15,14 triliun.

Dia menambahkan,Legislatif dan Eksekutif sepertinya tidak memikirkan Masyarkat Lagi, nampaknya hari ini mereka masih asik perkembangkan Isue isue yang tidak membangun,kalau Egois ini sama sama di pertahankan saya rasa Aceh ini tak akan Aman dan sejahtera, apa lagi tahun anggaran 2018 akan berakhir,hanya siasa 4 bulan lagi, ucapnya.

Kita melihat anggaran 2018 lebih besar dari pagu belanja APBA-P 2017 sebesar Rp.14,91 triliun Pasalnya, tahun ini ada sumber penerimaan dana transfer pusat untuk Aceh yang bertambah jumlahnya, antara lain dana Otonomi Khusus (Otsus) dan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Setelah APBA 2018 disahkan, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf menyatakan akan segera melakukan kegiatan pembangunan di Aceh dengan mempercepat proses lelang, tender, dan penandatanganan kontrak dengan tetap mengikuti prosedur yang berlaku, tapi nyatanya hari ini mereka tidak peduli hal itu.

Saya rasa Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2018 sebesar Rp.15,14 triliun tidak bisa dihabiskan, Alhasil dana tersebuut harus dikembalikan ke Pusat lagi. Kalau ini terjadi berarti Program Aceh Hebat dan 15 program unggulan Irwandi–Nova akan gagal di tengah jalan,’’(**)