Falevi Kirani: Sekarang Sudah Ada Yang Positif, Pemerintah Harus Bergerak Lebih Cepat

0
Ketua Komisi V DPRA, Falevi Kirani. (foto/doc pribadi).

Banda Aceh | Liputanaceh.com – Pemerintah harus bergerak lebih cepat untuk meminmalisir potensi penularan yang lebih luas, tahap awalnya kita mengharap masyarakat yang merasa diri pernah kontak dengan korban agar mau melapor dengan suka rela untuk dikarantina.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi V DPRA, Falevi Kirani melalui pres rilis kepada media liputanaceh.com, Kamis (26/03/2020).

“Jika ini juga tidak ada kesadaran atau masyarakat cenderung takut sehingga menutup informasi sebenarnya, maka pemerintah harus bergerak lebih ofensif dengan membentuk timsus untuk mendata dan mengindentikasi secara cepat, tepat dan akurat terhadap orang-orang yang potensial tertular (yg pernah contak langsung dengan Alm maupun kontak dengan orang yang pernah kontak langsung dengan Alm) untuk dipanggil dan dikarantina, sehingga potensi penularan bisa diminimalisir,” katanya.

Menurut Falevi, bila memungkinkan pemerintah perlu berikan insentif bagi mereka yang mau melapor dan dengan  sukarela dikarantina agar mereka tidak kepikiran lagi untuk keluarga yang ditinggalkan di rumah, jika masih melanggar saya kira tindakan lebih tegas patut dipertimbangkan!

“Ini demi kemashlahatan bersama, kita semua berpotensi jadi korban, kita semua dituntut  berupaya lebih keras,” tegasnya.

“Sekali lagi kami tegaskan pemerintah aceh harus segera melibatkan berbagai stakeholder utk memunutuskan mata rantai wabah virus covid 19 ini,” ujarnya.

Masih menurut Falevi, bapak Plt harus membuang ego bahwa tidak sanggub menangani sendiri, ini persoalan nyawa orang. Kita tinggalkan carut marut politik, mari kita bahas bersama dengan melibatkan berbagai stakeholder di berbagai level sapai kepada level terbawah. “Tujuan kita hanya satu, untuk menyelamatkan rakyat Aceh,” pungkas Falevi Kirani.

Untuk diketahui, sebagaimana dilansir serambinews.com Kamis, (26/03/2020) bahwa, pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 yang meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Senin (23/3/2020) lalu resmi dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 atau virus Corona.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur RSUDZA Banda Aceh Direktur RSUDZA Dr dr Azharuddin Sp OT K-Spine FICS.