FPI Aceh Mengecam Jika Makam Ulama dijadikan Tempat Pembuangan Kotoran

0
113
Pewaris Raja Ziarah Makam di Area IPAL | FOTO : Tribunnews.com

BANDA ACEH | LA – Front Pembela Islam (FPI) Aceh dan para Ulama Aswaja Aceh menolak keras Makam Ulama di gampong pande Banda Aceh akan di jadikan tempat pembuangan kotaran dan Najis oleh para penjajah sejarah.

“Jangankan makam Ulama ke makam orang awam aja dilarang dalam Islam,  apalagi makam Ulama karena Matinya Ulama adalah pindah tempat mereka tidak mati disisi Allah. Sungguh manusia yang biadab yang tidak menghargai para Ulama,” ujar ketua FPI Aceh , Tgk Muslim At- Thahiri dalam rilis diterima Liputanaceh.com, Selasa 28 November 2017.

Maka pihaknya, mengajak semua pihak agar tidak melupakan jasa para Ulama,  janganlah menjadi anak bangsa yang toh ek bak kubu indatu (buang air besar di makam leluhur).

“Ketahuilah ini upaya penjajah agar bangsa dan generasi Aceh hilang sejarah agar generasi Aceh tidak kenal lagi leluhur mereka, sehingga generasi Aceh merasa dirinya sebagai pendatang di bumi Aceh, “ kata Ketua FPI.

“Coba kita liat kenapa makam kafe belanda di rawat dan di jaga,  kenapa makam ulama,  pahlawan dan raja -raja dilupakan agar bangsa Aceh menjadi bangsa yang hana tuso droe,  sehingga bangsa Aceh jadi seperti etnis rohingnya di miyanmar,”tambahnya lagi.

Selanjutya, dikatakan oleh Tgk Muslim At-Thahiri, Ketahuilah musuh Islam sangat takut bila bangsa Aceh tau diri dan mengenal sejarah kegemilangan Aceh masa lalu, karena bila bangsa Aceh tau diri bangsa Aceh akan bangkit untuk berjuang tak kenal mnyerah untuk memajukan Islam.

“Karena Bangsa Aceh di kenal dengan  bangsa yang tidak pernah bosan dengan perang dari masa kemasa,  akan tetapi bila bangsa Aceh telah hilang sejarah maka bangsa Aceh akan menjadi bangsa yg lemah dan tak berani karena menganggab dirinya tamu di bumi Aceh. Maka kami desak pihak terkait untuk menghentikan program jahat nya, kalau tidak kami akan mengajak ummat Islam untuk mempertaruhkan segalanya demi marwah Islam dan marwah Ulama,” tukas Ketua FPI Aceh ini.

 

BAGIKAN

KOMENTAR