Gebrakan Awal Kehadiran ISMI Cabang Aceh

0

Banda Aceh I LA– Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Cabang Aceh telah hadir di Aceh dan telah melakukan pertemuan dan diskusi perdana di T36 Caffe Taman Sari Banda Aceh tanggal 11 Juni 2019 kemarin.

Pertemuan tersebut dimaksudkan untuk konsolidasi organisasi, merancang jadwal dan materi rapat kerja, rencana audiensi dengan pemerintah dan stakeholder terkait, serta hal strategis lainnya, Rabu 12/06/2019.

Demikian disampaikan oleh Nurchalis, SP, M.Si selaku Ketua ISMI Aceh pada pengantar sekaligus sebagai pemandu diskusi. Pertemuan kita kali ini dengan mengikutsertakan semua pengurus ISMI Aceh. ISMI adalah organisasi yang dilahirkan oleh 4 organisasi besar yaitu MUI, Muhammadiyah, Nahdatul Ulama, dan Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI). Untuk secara nasional diketuai oleh Prof. DR. Ilham Habibie.

Tentunya waktu dekat ini Insyaallah kita akan memperkenalkan ISMI kepada Pemerintah Aceh, dunia usaha, masyarakat dan stakeholder lainnya. Kita akan berusaha menjadi bagian dalam ikut membangun negeri ini dengan cara kita dari berbagai kumpulan saudagar Aceh dengan mengikutsertakan mereka- mereka yang satu visi dengan kita.

Program- program pemerintah yang memperkuat ekonomi umat akan kita dukung dan semoga kita bisa bermitra. Kita dukung kebijakan Plt. Gubernur yang memperkuat dan mendorong produk lokal bisa terus berkembang. Ada banyak kerajinan tangan kita seperti souvenir khas Aceh, Kuliner, produk pertanian, perkebunan, perikanan, bahkan pariwisata Islami. Semua tersebut harus bisa memperkuat ekonomi umat, demikian penjelasan Nurchalis yang mantan Kepala Biro Pembangunan Setda Aceh.

Kami juga mengundang Sdr. Azanuddin Kurnia, SP, MP selaku Kabid Pengolahan dan Pemasaran Perkebunan Distanbun Aceh. Kami mendengar, melihat, dan sudah mengetahui kalau beliau saat ini sedang mengembangkan pembuatan gula sawit dari hasil replanting sawit. Kami minta saudara Azan dapat berbagi informasi dalam diskusi ISMI kali ini, mana tahu ISMI secara organisasi atau pun masing2 pengurus ada yang bisa dikerjakan bersama. Ide – ide yang sedang dijalankan saudara Azan perlu kita apresiasi dan kita dukung, ujar Chalis panggilan akrabnya yang juga mantan Sekretaris Umum KNPI Aceh.

Sementara itu Azanuddin Kurnia dalam diskusi tersebut yang diundang untuk berbagi pengalaman tentang gula sawit menyampaikan bahwa beliau sangat senang di undang dan berbicara tentang gula sawit. Insyaallah saat ini kita dengan beberapa orang/kelompok sedang memanfaatkan limbah batang sawit menjadi rupiah. Penghasilan yang didapat bisa sampai Rp.60 – 200 juta/ha/2 bulan. Tergantung dari banyak nya nira yang didapat dan harga jual.

Ini adalah alternatif ekonomi baru terutama bagi petani sawit yang akan melakukan replanting atau peremajaan sawitnya. Dengan diolah menjadi gula, bisa mendapatkan penghasilan tambahan yang bermanfaat bagi ekonomi keluarga ketika batang sawit tersebut belum menghasilkan.

Azan mengajak ISMI untuk ikut mempromosikan dan terjun ke bisnis gula sawit. ISMI bisa bantu petani dengan membuat dapur pengolahan di lapangan, peluang eksport sangat terbuka lebar, demikian ujar Azan yang mantan Wakil Sekretaris KNPI Aceh.(***)