Gema Takbir Sebagai Spirit Ummat Muslim

0
35

BANDA ACEH | LA – Gema Takbir malam idul fitri adalah suara proklamasi spirit pribadi setiap muslim yang sukses beribadah sebulan penuh di bulan Ramadan.

“Mereka menyebut asma Allah, menAgungkan kebesaran Allah, pertanda rasa syukur dan puji yang maha dalam atas segala anugerah serta rahmat beribadah,”

Hal demikian disampaikan oleh Wakil Rektor III UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Syamsul Rijal MAg, Selasa (12/6/2018).

Secara prosedur suara takbir bergema saat mentari tenggelam di ufuk barat malam akhir ramadan sampai naiknya khatib berkhutbah di atas mimbar untuk salat idul fitri.

“Merkera menyebut asma Allah sebagai pertandan kemenangan dan akhirnya mereka larut dalam sujud dan rukuk salat idul fitri pertanda kemenangan spirit maha dalam. Setiap insan beribadah telah meraih kemenangan menuju fitran, setiap insan kembali keada jati diri kemenangan melawan nafsu menjadi pribadi yang fitri,” terang Wakil Rektor III UIN Ar-Raniry ini.

Menurutnya, Transformasi fitri ini menjadi tantangan berkehidupan sosial ke depan, manusia fitri akan melekatkan dirinya sosok yang bermanfaat bukan hanya untuk dirinya tetapi juga untuk umatnya untuk lingkungannya. **

BAGIKAN

KOMENTAR