Gubernur Aceh Melantik Putra Singkil Menjadi Dirut PDPA

0
764

FB_IMG_1447068697944 (1)

BANDA ACEH – H. Muhsin, SE, MM, salah seorang putra terbaik Aceh Singkil, Senin 9 November 2015 dilantik Gubernur Aceh dr. H. Zaini Abdullah, menjadi Direktur Utama Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA) di ruang utama Pendopo Gubernur Aceh.

Terpilihnya H. Muhsin, SE, MM, sebagai Direktur Utama PDPA, setelah menempuh serangkaian tes sejak uji kelayakan adminstrasi, pengajuan dan pemaparan visi dan misi hingga fit and proper test yang dilakukan tim indevenden yang khusus dibentuk Gubernur Aceh beberapa bulan lalu.

Dari 51 orang kandidat yang mengikuti tes, akhirnya karyawan PT. Bank Mandiri Cabang Bukittinggi, Sumatera Barat ini terpilih menjadi Direktur Utama dan didampingi, Direktur Umum dan Keungan, Direktur Industri dan Perdagangan, Direktur Minyak dan gas plus dua anggota badan pengawas PDPA yang pada kesempatan itu juga turut dilantik Gubernur Zaini Abdullah.

Dengan selesainya pelantikan jajaran PDPA, selanjutnya pria kelahiran Singkil 4 Desember 1966 itu, bersama direktur lain akan menggerakan instituasi yang sangat penting dan strategis dalam pembangunan Aceh itu.

“Berkat petunjuk dari Allah dan sinergi yang baik dari kolega dan rekanan serta didukung sepenuhnya oleh pemerintah Aceh, amanah ini akan akan saya laksanakan dengan penuh tanggung jawab dan upaya kerja keras. Konsekuensinya, saya harus mampu memajukan PDPA sesuai dengan kemampuan dan potensi yang ada,” kata Muhsin.

Menurut H. Muhisin, SE, MM, pekerjaan dan tugas pengurus PDPA ke depan cukup berat dan strategis. Antara lain, menyelesaikan kerja sama pemeritahan Aceh dengan Pertamina dalam kegiatan proyek Geo Thermal (pembangkit listrik tenaga panas bumi), regasifakasi terminal gas Arun di Lhoksuemawe dengan PT Perta Arun Gas (PAG) dan kerja sama eksplotasi sumber Migas di Blok Pase Aceh Timur dengan perusahaan Migas Tri Anggel dan sejumlah pekerjaan strategis untuk pembangunan Aceh lainnya.

“Saya melihat, peluang PDPA dalam memajukan Aceh yang sangat besar. Apalagi penjajakan dan kontra kerja perusahaan-perusahaan dengan pemerintah Aceh sudah pernah diproses,” ungkap Muhsin.

Beberapa waktu lalu, isntitusi PDPA sempat mendapat sorotan dari publik di Aceh. Karena sejak didirikan hingga saat ini, belum pernah memberikan dampak apapun untuk penerimaan pendapatan dan anggaran daerah. Malah rekrutmen pengurusnya menggunakan pola konvensional. Yaitu, penunjukkan atau pemilihan manajemen PDPA sangat tertutup.

Namun sekarang, telah dilakukan secara terbuka dengan berbagai tes dan uji kelayakan oleh suatu tim indevenden yang bebas dari berbagai bentuk intervensi. Dan Gubernur, atas nama pemerintah Aceh telah mengeluarkan SK dan melantiknya.

Selesai Muhsin dilantik Gubernur, ucapan selamat dan doa dari kolega dan berbagai pihak, terus berdatangan baik secara langsung maupun dikirim melalui SMS dan media sosial lainnya.
(Kontributor : Sadri Ondang Jaya)

BAGIKAN

KOMENTAR