Gubernur Ganjar Kaget ada “Pahlawan” Diupah Rp 600 ribu per Bulan

0
355

812eb261-aa88-4385-868b-2e1d9253eaed_169

JAWA TENGAH – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menilai para petugas kebersihan yang menyapu jalanan termasuk pahlawan masa kini. Namun ia terkejut ketika mengetahui upah yang diterima para “pahlawan” itu ada yang hanya Rp 600 ribu sebulan.

Hal itu diketahui Ganjar ketika berbincang memperingati hari Pahlawan bersama ratusan petugas kebersihan di shelter kuliner, taman KB, Jalan Menteri Supeno Semarang. Salah satu petugas kebersihan, Darni (64) ditanya oleh Ganjar tentang pekerjaan dan upah yang diperoleh.

“Bayarannya itu Rp 600 ribu, saya dari PT (pihak perusahaan),” kata Darni, Selasa (10/11/2015).

Pekerjaan sebagai penyapu jalanan dilakoni biasanya sejak dini hari hingga menjelang siang. Setelah itu mereka beristirahat dan dilanjutkan hingga pukul 12.00 WIB.

“Saya jam 00.30 sudah mulai nyapu, jam 06.30 pulang dulu, jam 09.00 nyapu lagi sampai jam 12.00. Tidur sesempatnya, itu kan kantornya pak Gub, kalau enggak bersih ditegur, yang menegur pengawas. Tapi pak, dari Taman (air mancur) sampai Polda kejauhan pak,” kata Koiriyah yang bertugas menyapu di Jalan Pahlawan depan kantor Gubernur Jateng.

Para petugas kebersihan ada yang dikerahkan dari Dinas Kebersihan Kota Semarang dan ada yang dikontrak perusahaan yang bekerjasama dengan pemerintah daerah. Ganjar pun dengan tegas menyebutkan seharusnya para penyapu jalanan tersebut tetap menerima haknya sesuai Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).

“Tadi Disknaker kita minta telepon Pemkot, agar diperbaiki. Tidak boleh itu, pahlawan dihargai Rp 600 ribu sedangkan UMK Rp 1,9 juta (usulan tahun 2016). Maka agar direvisi, APBD mengikuti ketentuan itu,” terang Ganjar.

“Di Pemprov saja seluruh yang kontrak dengan kita, kita cek yang outsourching satu-satu. Kalau dia (pihak ketiga) tidak mau mengikuti ketentuan kita, copot,” tegasnya.

Selain soal upah, Gubernur Ganjar juga mendapat keluhat terkait jaminan kesehatan para petugas kebersihan itu. Salah satu penyapu, Sapto Triwibowo (40) warga Gayamsari Semarang mengalami luka dalam di bagian kaki sehingga aktivitasnya terganggu. Luka itu diperoleh ketika bekerja di pasar Johar dan ia terperosok ke lubang.

“Saya sedang menarik gerobak sampah ada lubang saya jatuh, sampai sekarng cuma pijat-pijat biasa, saya takut ke rumah sakit, biayanya,” kata pria yang dipanggil Bowo itu.

Menanggapi hal itu Ganjar langsung menyarankan Bowo memeriksakan lukanya ke rumah sakit. “Bawa ke rumah sakit ya, bilang yang bawa pak Gubernur,” ujar Ganjar.

Usai acara, Bowo diminta menunggu di depan gerbang, tidak lama kemudian mobil ambulans tiba dan membawa Bowo ke RS Tugurejo Semarang milik Pemprov Jateng. (detik.com)

BAGIKAN

KOMENTAR