Guru di Minta Jangan Pandang Tugas Sebagai Beban

0
81
IST

BANDA ACEH |LA –Wali Kota Banda Aceh H Aminullah Usman, SE.Ak, MM mengatakan bahwa tugas dan tanggung jawab guru amat besar, namun tanggungjawab ini janganlah dipandang sebagai beban tapi sebagai kehormatan dan pengabdian. Guru mendapat kehormatan untuk menumbuhkan generasi baru yang cerdas, terampil dan gemilang.

Hal tersebut dikemukakan Aminullah pada acara reuni akbar SMA Negeri 7 Banda Aceh dan peringatan HUT PGRI ke 72 di halaman SMA Negeri 7 Banda Aceh.

“Kunci kemajuan bangsa ini ada pada kualitas manusianya. Ibu dan Bapak Gurulah yang berada di garda terdepan mewakili seluruh bangsa dalam menjalankan amanah itu. Tiap tutur, tiap langkah dan tiap karya Ibu dan Bapak Guru adalah ikhtiar untuk mencerdaskan kader bangsa,” kata wali kota lagi.

Selain itu pada HUT PGRI ini, wali kota menyampaikan beberapa poin penting. Pertama, Pendidikan harus menjadi fokus perhatian semua komponen, dari pemerintah sampai ke masyarakat, karena dengan Pendidikanlah akan melahirkan Sumber Daya Manusia yang sesuai dengan apa yang diharapkan. Peningkatan mutu pendidikan juga harus kita upayakan dari berbagai aspek.

Kedua,  PGRI sebagai lembaga tempat bernaungnya para pendidik harus melakukan inovasi secara kreatif dan profesional dalam bidang pendidikan. PGRI Sebagai patner pemerintah Kota Banda Aceh dalam mengembangkan Pendidikan diharapkan terus berupaya melakukan gerakan-gerakan untuk membangkitkan semangat semua pihak untuk peduli terhadap pendidikan.

Ketiga, harmonisasi dan sinergisitas antara kurikulum pendidikan umum dengan pendidikan agama juga harus dilakukan dalam rangka peningkatan kuliatas Sumber Daya Manusia di Kota Banda Aceh. Pendidikan  di Kota Banda Aceh harus diarahkan kepada pembentukan karakter Sumber Daya Manusia yang baik.

Kepada semua kepala sekolah diharapkan dapat mengoptimalkan dan memberdayakan SDM guru yang dimiliki oleh sekolahnya untuk memaksimalkan dan mengefektifkan kinerja para guru dan stafnya. Kepala Sekolah juga harus meningkatkan pengawasan, kedisiplinan dan kemampuan pengelolaan SDM di sekolahnya.

Kelima, target dari proses pendidikan bukan hanya untuk memperoleh nilai tinggi atau meluluskan anak didik saja, tetapi juga bagaimana mempersiapkan anak didik agar terampil sekaligus memiliki moral serta budi pekerti yang santun. Dengan demikian anak-anak didik akan menjadi generasi penerus bangsa yang cerdas, tangguh, berkarakter, berdaya saing, bermoral dan berakhlak mulia, mampu menghadapi tantangan global dan memiliki rasa nasionalisme yang tinggi.

Diakhir sambutannya, wali kota mengingatkan kepada para siswa bahwa Sebagai sebuah daerah yang menerapkan pelaksanaan syariat Islam maka para siswa harus menjunjung tinggi ajaran Islam dengan sebaik baiknya. Wali kota juga mengingatkan agar para siswa dapat menjauhi narkoba yang sudah mulai masuk kampung, sekolah bahkan pesantren.

Acara reuni akbar SMA Negeri 7 Banda Aceh ini diwarnai dengan pelepasan balon ke udara oleh wali kota. Selanjutnya wali kota melakukan penyuapan kue kepada para alumni, dewan guru dan siswa.** (IK)

 

BAGIKAN

KOMENTAR