Haji Uma Minta Bandara di Sabang Jadi Bandara Internasional

0
90

SIBORONGBORONG | LA – Permasalahan dunia penerbangan di Indonesia kerap kali menjadi sorotan. Untuk itu, permasalahan kondisi penerbangan di Indonesia harus segera diantisipasi agar mendapatkan pelayanan yang aman dan nyaman.

Anggota Komite II DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau populer dikenal masyarakat Aceh dengan nama Haji Uma menilai Pemerintah harus meningkatkan perbaikan kondisi transportasi udara saat ini, terutama terkait dengan peningkatan daya tampung beberapa bandara yang sudah kurang memadai dengan meningkatnya penerbangan.

Selain itu, H. Sudirman juga mempertanyakan kepada pihak Angkasa Pura II perihal adanya isu penguasaan bandara oleh perusahaan asing yang isunya selama ini beredar dikalangan masyarakat. “Sebagian masyarakat mempertanyakan kebenaran isu ini dan hal ini perlu mendapat klarifikasi agar tidak jadi polemik”, H. Sudirman alias Haji Uma saat kunjungan kerja terkait pengawasan UU No. 1 Tahun 2009 Tentang Penerbangan di Bandara Silangit International Airport, Sumatera Utara, Senin (27/11).

H. Sudirman dalam lanjutan pernyataannya berharap Angkasa Pura II agar menjadikan bandara di Sabang, Provinsi Aceh sebagai international airport. Sehingga bisa menarik daya tarik wisatan untuk berkunjung ke Sabang. “Saya berharap bandara di Sabang bisa menjadi bandara internasional,” tutur dia.

Disisi lain, senator yang populer dikenal hampir seluruh lapisan masyarakat Aceh ini juga ingin mengetahui keuntungan Angkasa Pura ll untuk mengoperasikan Bandara Silangit. “Hal tersebut agar dapat jadi rujukan pertimbangan dalam upaya mendorong agar Bandara Sabang dapat ditetapkan sebagai bandara internasional,” kata Senator asal Aceh itu.

H. Sudirman mengharapkan agar PT. Angkasa Pura II serius mengupayakan status Bandara internasional di Sabang. “Harapannya 2019 nanti Sabang memiliki Bandara Internasional, hal ini tentunya kita harapkan elemen di daerah dapat sama-sama memperjuangkan ini,” ujar H. Sudirman.

Direktur Bisnis Angkasa Pura II Daan Achmad menjelaskan bahwa tidak benar adanya isu penjualan bandara kepada pihak asing. Namun, ada perusaan asing yang bekerjasama dengan membentuk badan usaha bersama. Tapi ranahnya bukan pada aspek vital dari bandara, bahkan cenderung terpisah dari bandara. Hal ini perlu diluruskan agar masyarakat tidak termakan dengan isu keliru.

Sementara terkait harapan dan aspirasi agar bandara di Sabang ditetapkan sebagai bandara internasional, Dirut Komersial Angksa Pura ll, Daan Ahmad menyatakan siap untuk menindaklanjuti perihal ini nantinya. “Kita akan serius mempertimbangkan dan berupaya mewujudkan hal ini demi kemajuan daerah juga, terutama Sabang sebagai salah satu destinasi wisata di Aceh. Namun semuanya akan melalui prosedur yang dimiliki PT. Angkasa Pura nantinya,” tutup pria yang menjabat Direktur Bisnis Angkasa Pura II ini. (Rl)