Hanya Satu Tim yang Diakui FIFA

0
340

Ketua Umum PSSI periode 2015-2019 La Nyalla Mattalitti (ketiga kanan) menerima bendera pataka dari Ketua PSSI periode 2011-2015 Djohar Arifin (kedua kiri) disela-sela perayaan Hari Jadi PSSI ke-85 di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (19/4).

JAKARTA – Delegasi FIFA dan AFC melanjutkan pertemuan mereka dengan para pelaku utama sepakbola Indonesia, di kantor PSSI, Selasa (3/11/2015). Di hari terakhir, Delegasi FIFA dan AFC yang dipimpin Kohzo Tashima (anggota Komite Eksekutif FIFA), Prince Abdullah (anggota Komite Eksekutif FIFA), dan Mariano Araneta (anggota Eksekutif AFC) bertemu dengan perwakilan liga profesional, pemain, dan wartawan olahraga.

FIFA mengaku senang dengan diskusi terbuka dan jujur selama pertemuan tersebut. Dua hari di Tanah Air, FIFA akhirnya membentuk Tim Ad-hoc guna mencari solusi menyelesaikan permasalahan yang ada.

“Pertemuan digelar hari ini adalah bagian dari misi dua hari delegasi ke Jakarta. Sebagimana dijelaskan kepada Presiden, reformasi yang disepakati harus terjadi di bawah naungan statuta FIFA, tapi pemerintah diperbolehkan sebagai pemangku kepentingan,” ujar Kohzo Tashima.

“Delegasi juga mencatat, semua pemangku kepentingan mendukung untuk mengakhiri kebuntuan dalam sepakbola Indonesia. Delegasi akan merepresentasikan temuan-temuan mereka kepada Komite Eksekutif FIFA dalam rapat pada 2 dan 3 Desember 2015,” lanjutnya.

Namun masih belum jelas apakah Tim Ad-hoc sama dengan tim kecil yang akan dibentuk Presiden Jokowi. Yang jelas, FIFA mengakui Tim Ad-hoc untuk menangani masalah sepakbola Indonesia. (okezone.com)

BAGIKAN

KOMENTAR