Harga Minyak Mentah AS Turun Lagi ke USD 44 di Asia

0

SINGAPURA – Harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) kembali terkoreksi, karena prospek ekonomi global masih belum membaik, dan kerjasama antara negara-negara penghasil minyak (OPEC) untuk membatasi produksi tidak mungkin terjadi.

“Harga minyak diharapkan dapat bertahan di level saat ini hingga akhir 2015, dan naik ke pertengahan hingga USD50-an pada akhir 2016,” jelas National Australia Bank seperti dilansir dari Reuters via okezone, Selasa 8 September 2015.

Minyak mentah AS benchmark CLc1 turun lebih dari 3 persen dari penutupan sebelumnya menjadi USD44,66 per barel. Sementara Brent berjangka LCOc1 naik 40 sen di perdagangan awal ke USD48,03 per barel.

Harga minyak telah jatuh hampir 60 persen sejak Juni 2014 karena pasokan global yang melimpah menyebabkan harga minyak bersaing ketat dalam beberapa pekan terakhir. Selain itu, kekhawatiran tentang melambatnya ekonomi China juga menjadi kekhawatiran tersendiri.

Di sisi lain, ada spekulasi bahwa Rusia mungkin bersedia untuk bekerja sama dengan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk memangkas output guna mendukung harga. Produksi minyak OPEC saat ini tercatat di volume tertinggi. (Okezone)