Hidup Sebatang Kara, Kisah Nenek Kabariah Tinggal di Gubuk Bertopang Bambu

0
73

LIPUTANACEH.COM | ACEH SELATAN – Sungguh memprihatinkan dan mengiris hati melihat seorang nenek yang diketahui bernama Kabariah (82), warga Desa Rambong Kecamatan Kota bahagia Kabupaten Aceh Selatan, hidup sebatang kara dan tinggal di sebuah gubuk berdinding papan yang tampak sudah rapuh.

Hidup di usia senja dengan tubuh yang telah terasa lelah termakan usia tentu bukanlah perkara yang mudah untuk dilalui. Selain kemampuan secara fisik yang telah menurun seiring bertambahnya umur, kondisi kesehatan pun harus dijaga agar tidak mudah terkena berbagai penyakit.

Saat dikonfirmasi awak media, Kamis (26/07/2018), Keuchik Rambong Fauzi membenarkan bahwa nenek Kabariah sudah berumur 82 tahun hidup sebatang kara dan untuk kebutuhan sehari-hari di bantu keponakannya.

“Sulaiman ponakan nek Kabariah membantu menurut kemampuannya karena selain itu juga harus menafkahi keluarganya sendiri,” kata Fauzi.

Fauzi menuturkan, rumah yang dihuni nek Kabariah sangat memprihatikan. Dirinya hidup sendiri tanpa suami dan anak membuat sosoknya harus menanggung beban hidup dengan hati yang tegar.

“Selain berdinding papan, tempat tidurnya juga beralaskan bertompang bambu, terkadang tak jarang saat angin dan hujan masuk kedalam gubuk tersebut, ditambah kondisi ekonomi yang melilitnya,” ungkapnya.

Tampak, tubuhnya yang telah renta dimakan usia, harus pasrah membuat penderitaan dalam kehidupan seolah tak bertepi.

Fauzi menambahkan, nenek Kabariah, tinggal di rumah gubuk tersebut yang terletak di Gampong Rambong bisa dibilang jauh dari kata layak huni dengan luas 2×3 meter.

“Dengan ketabahan dan kesabarannya yang luar biasa, nenek Kabariah tetap tinggal dan bertahan hidup di dalam gubuk tersebut,” tandas Fauzi.

Oleh karena itu, Keuhcik Fauzi selaku pimpinan di Desa itu sangat berharap adanya perhatian dan uluran tangan dari berbagai pihak atau kalangan serta para dermawan untuk dapat membantu agar senantiasa dapat sedikit memperbaiki serta mempermudah beban nenek Kabariah tersebut.

“Nenek Kabariah baru-baru ini sudah dua kali mendapat jadup/insentif dari Baitul Mal Aceh Selatan sebesar Rp 200.000 perbulan, yang disalurkan pertriwulan sejumlah Rp. 600.000,-. Kami berharap adanya bantuan dari Dinas Sosial setempat,” demikian tandas Keuchik Fauzi.[NB]