Ibu Tumi Sang Pelopor Wisata SKPC di Subulussalam

0

Liputanaceh.com, Subulussalam | Kota Subulussalam merupakan salah satu daerah di Provinsi Aceh, yang berusia paling muda dari daerah lainnya. Keindahan alamnya yang masih terjaga, serta lestari menawarkan berbagai objek wisata seperti Air Terjun SKPC Kampong Penuntungan yang terletak dikecamatan simpang kiri merupakan salah satu kampong yang masuk dalam pendampingan program KOTAKU sejak tahun 2009 sampai dengan sekarang.

“Sudah banyak perubahan dan kemajuan yang dialami oleh kampung ini semenjak program ini berjalan”,Ujar Ibu Tumi salah seorang pengurus BKM Baster.

Sekarang Ibu Tumi menjadi pengerak dan pemersatu warga khususnya kaum perempuan dalam mengelolah berbagai bahan makanan diantara berbagai kuliner yang dibuat oleh Ibu Tumi dan kawan-kawan yang paling terkenal adalah kue tawa kue ini jadi salah satu produk yang sering dijumpai di warung dan kios di Kota Subulussalam serta ada juga kue kering seperti keripik ubi, opak dan semua produk UMKM ini banyak kita jumpai di berbagai tempat di Subulussalam termasuk di lokasi wisata air terjun SKPC kuliner ini cukup muda dijumpai.

ibu Tumi sebagai perintis tempat berdagang dan berjualan dilokasi wisata air terjun SKPC yang dimulai dari tahun 2015 sampai sekarang sudah ada sekitar 7 warung yang berdiri disini.

Nama dari air terjun ini pun terbilang cukup unik, SKPC merupakan singkatan dari Satuan Kelompok Pemukiman Blog C yang terletak di Kota Subulussalam. Subari yang merupakan kelompok transmigran pertama dan juga sebagi Koordinator BKM Baster menceritakan kalau dia dengan teman-teman pertama masuk dan membangun kampong penuntungan sampai sudah seperti ini, sekarang sudah ada tiga titik tempat wisata air terjun di penuntungan yang menjadi tujuan warga lokal yang paling rame dikunjungi oleh warga dihari biasa dan hari libur adalah air terjun SKPC yang berada di RT 7 air terjun ini menjadi rame ketika ibu Tumi menjadi pelapor untuk membuka tempat usaha warung dilokasi ini.

Sayangnya, fasilitas di Air Terjun SKPC ini tergolong sangat minim dan seolah tak diperhatikan oleh pemerintah setempat. Masih belum ditemukan fasilitas seperti toilet, ruang ganti baju, dan juga mushola untuk beribadah. Untungnya, tak jauh dari air terjun terdapat masjid yang bisa digunakan untuk beribadah umat muslim.

Fasilitator KOTAKU Subulussalam Herizal Yanur mengajak Pak subari dak kawan-kawan dari BKM Baster untuk gencar mencari channeling program atau berkolaborasi dengan pihak lain terutama pihak pemerintah kota guna untuk mendukung pembangunan infrastruktur dilokasi wisata air terjun SKPC.