Indahnya Idul Fitri dan Hangatnya Silaturrahmi di Era Covid-19

0

BIREUEN I Liputanaceh.com– Pemaknaan hari raya Idul Fitri hendaknya bersifat positif seperti menjalin silaturrahmi sebagai sarana membebaskan diri dari dosa yang bertautan antar sesama makhluk. Silaturahmi tidak hanya berbentuk pertemuan formal seperti Halal bi Halal, namun juga bisa dengan cara menyambangi dari rumah ke rumah, saling duduk bercengkerama, saling mengenalkan dan mengikat kerabat.

Hal ini sebagaimana diungkapkan Dr. Tgk. Saiful Bahri, MA selaku Dekan Fakultas Komunikaisi Islam IAIA Samalanga kepada liputanaceh.com, Senin, (1/6/2020)

Sosok yang akrab disapa Abana menambahkan di era Covid-19, lebaran Idul Fitri tidak harus menghilangkan tradisi silaturrahmi dan lainnya, ini bisa dilakukan dengan virtual (online) apabila tidak memungkinkan dengan secara makruf.

“Apalagi sekarang permohonan maaf dan silaturahmi sudah tidak mengenal batas dan waktu sebab bisa menggunakan jejaring media sosial seperti contoh lewat sms, up date status, inbox di facebook, twiter, yahoo mesenger, skype dan lainnya,” katanya yang juga tokoh yang terkenal kepakarannya di bidang akreditasi kampus

Selanjutnya, putra kelahiran Sampoeniet Aceh Utara itu menyebutkan bersilaturrahmi sangat dianjurkan dan pentingnya silaturahmi ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW : “Tidaklah dua orang muslim bertemu lalu berjabat tangan melainkan keduanya akan diampuni (dosanya) sebelum mereka berpisah..”.

Abana menjelaskan bahwa Islam merupakan agama yang menganjurkan umatnya untuk senantiasa berbuat baik. Amalan dalam Islam tidak hanya berupa ibadah seperti salat baik salat wajib maupun sunah, puasa, zakat, dan sebagainya termasuk menjalin tali silaturahmi.

“Silaturrahmi merupakan sebuah konsekuensi iman kepada Allah Swt. Silaturrahmi adalah tanda-tanda seseorang beriman kepada Allah Swt sebagaimana dalam hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra ia berkata: Rasulullah saw bersabda:“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia memuliakan tamunya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maha hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi,” ulas doktor lulusan UINSU itu.

Abana menyebutkan sangat banyak hikmah dibalik silaturrahmi, diantaranya dipanjangkan umurnya dan diluaskan rezekinya bila rajin bersilaturrahmi..

“Covid-19 seperti saat ini, terkadang silaturahmi harus ditempuh dengan Silaturahmi online atau komunikasi secara virtual, tentu saja ini tidak sepenuhnya bisa menggantikan interaksi fisik atau perjumpaan secara langsung. Setidaknya ada sisi kehangatan yang mungkin hilang yang biasanya didapati saat melakukan interaksi secara langsung, belum lagi bagi mereka yang masih punya kendala san lainnya. Silaturrahmi secara virtual yang berlangsung selama beberapa menit setidaknya cukup untuk menggantikan silaturahmi langsung yang sulit dilakukan selama masa pandemi. Karena kita sedang terkendala bersama maka kita juga akan saling memaklumi,”‘, pungkas guru senior Dayah Jami’ah Al-Aziziyah Batee Iliek Smaalanga

Terakhir, Abana berpesan, dalam kesempatan berlebaran di hari raya yang suci ini, mari kita satukan niat tulus ikhlas dalam sanubari kita, kita hilangkan rasa benci, rasa dengki, rasa iri hati, rasa dendam, rasa sombong dan rasa bangga dengan apa yang kita miliki hari ini.

“Mari kita ganti semua itu dengan rasa kasih sayang dan rasa persaudaraan. Dengan hati terbuka, wajah yang berseri-seri serta senyum yang manis kita ulurkan tangan kita untuk saling bermaaf-maafan,” pintanya yang juga alumni MUDI Samalanga itu.