Inilah Penyebab Terjadinya Aksi Gerakan Radikalisme

0
113
Seminar publik tentang radikalisme. Foto: Liputanaceh
Seminar publik tentang radikalisme. Foto: Liputanaceh
Seminar publik tentang radikalisme. Foto: Liputanaceh

Banda Aceh | LA – Akhir-akhir ini gerakan radikal kerap terjadi, Faisal Ali Wakil Ketua MPU Aceh menjelaskan penyebab terjadinya gerakan radikalisme karena faktor pendidikan dan pemikiran yang salah serta tidak adanya kesabaran.

“Pendidikan dapat membentuk karakter dan ideologi seseorang, apabila pengajar salah dalam penyampaiannya maka dapat terbentuk karakter yang salah, aksi ormas yang radikal itu sering terjadi akibat tidak adanya kesabaran dengan menempuh cara yang instan,” ujar Faisal Ali dalam seminar publik dengan tema Fragmentasi Sosial dan Ancaman Radikalisme: Menggerai Perilaku Ormas/Kelompok Masyarakat yang Berkarakter Radikal, di ruang Aula Fisip Unsyiah, Jumat 19 Mei 2017.

Selain itu Faisal Ali menjelaskan, untuk menghambat radikalisme, pemerintah harus adil dalam mengambil setiap keputusan. “Jangan sampai keputusan yang diambil justru menjadi pemicu sikap radikal di tengah-tengah masyarakat,” jelas Faisal Ali.

Sementara pemateri lainnya, Muhammad Hasbi Amiruddin, Wakil Ketua FKPT Aceh, menjelaskan selama ini karakter radikal diidentikkan dengan Islam, padahal itu merupakan bentuk propaganda pihak asing.

“Di Indonesia khususnya, Islam identik dengan gerakan radikalisme karena memang mayoritas penduduknya itu Muslim. Coba kalau di daerah lain yang penduduknya non muslim, pasti yang menjadi gerakan radikal itu non muslim seperti di Myanmar,” sebut Penulis Buku Revolusi Sainstifik Iran dan Martabat Umat Islam di Mata Dunia ini.

Sementara itu Musliadi perwakilan dari Kesbangpol Aceh, mengatakan tidak semua organisasi masyarakat berbadan hukum. Ormas yang tidak berbadan hukum tidak dapat dikatakan ilegal selama tidak mengganggu ketertiban umum.

“Ormas yang terdaftar di Kesbangpol Aceh saat ini jumlahnya mencapai 2000-an, belum termasuk yang tidak mendaftar, namun pemerintah tetap melakukan kontrol agar ormas-ormas tersebut tidak melakukan aksi yang salah,” ujar Musliadi.

Acara seminar publik ini dihadiri puluhan mahasiswa yang berasal dari berbagai fakultas yang ada di Universitas Syiah Kuala (Unsyaih) Banda Aceh. Kegiatan tersebut berjalan dengan baik, aman dan lancar. (IK/H)

BAGIKAN

KOMENTAR