Jadi Pemateri di BDK Aceh, Kakankemenag Aceh Timur Sampaikan Penting Nya SDM Kemenag

0

ACEH TIMUR l LA – Hari ke 4  pelaksanaan diklat Teknis substantif Peyuluh Agama Islam Non PNS Angkatan XII Tahun 2019 yang dilaksanakan oleh Balai pendidikan dan pelatihan keagamaan provinsi Aceh, Kepala Kantor kementerian Agama Kabupaten Aceh Timur Drs H Arijal Msi di percayakan menjadi pemateri yang berkompeten tentang peningkatan Sumberdaya manusia.

Acara tersebut diikuti oleh 40 peserta penyuluh Agama Islam Non PNS Kemenag Kabupaten kota Se-Aceh yang dilaksanakan dari Tanggal 24-29 Juni 2019. Kamis (27/06).

Dalam kesempatan tersebut Drs H Arijal meyampaikan bahwa Penyuluh agama mempunyai peran besar sebagai peyambung informasi dari Kementerian Agama didaerah untuk melakukan kegiatan bimbingan dan penyuluhan agama, memiliki peran penting dalam permasalahan keagamaan yang dihadapi.

Hal tersebut disampaikan oleh H Arijal saat memberikan materi pada Diklat penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan teknis substantif penyuluh agama non PNS angkatan XII di Balai Diklat Keagamaan Aceh.

Lebih lanjut H Arijal meyampaikan Sumber daya manusia aparatur yang handal merupakan investasi berharga bagi sebuah organisasi.Karena itu perlu ditingkatan kemampuan dan profesionalisme supaya organisasi bertahan dan berkembang.

Untuk dapat mempertahankan keprofesionalisme tersebut,maka sumber daya manusia aparaturnya perlu dikembangkan dan ditingkatkan.Pengembangan sumber daya manusia aparatur bertujuan untuk dapat memperbaiki kinerja ASN yang bekerja secara tidak memuaskan karena kekurangan keterampilan.

“Selain itu tujuan dari diklat bagi Penyuluh Non PNS ini adalah menyiapkan penyuluh untuk memiliki pengetahuan, ketrampilan, kecakapan dalam memberikan penyuluhan serta mampu berkontribusi dan menjadi teladan dimasyarakat.Pendidikan dan Pelatihan (Diklat)merupakan salah satu cara strategi untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan,keahlian,mutu,kepemimpinan,keterampilan dan pengabdian aparatur yang terencana dan berkesinabungan guna menjadi aparatur yang professional,”ujar H Arijal.

Dalam diklat yang diikuti peserta dari perwakilan Kabupaten kota Se-Aceh. Penyuluh Agama diharapkan mampu memberikan pesan kepada masyarakat tentang program dan capaian Pemerintah, mampu berperan dalam menjaga kerukunan umat beragama, penyampaian dengan kata-kata yang baik ,lembut dan mulia.

“Serta senantiasa menerapkan 5 budaya kerja Kementerian Agama.Tri mantera dan moderasi beragama juga menjadi harapan beliau dan harapan Menteri Agama , termasuk Integrasi data dengan memberikan data data valid dan akurat agar senantiasa digaungkan oleh penyuluh agama didaerah,” harap H Arijal.(z)