Jaringan Kuala Minta Aparat Tindak Tegas Terhadap Ilegal Fishsing

0

BANDA ACEH | LA – Menanggapi marak nya terjadi penangkapan ikan diperairan kabupaten Simeulue, Aceh oleh Kapal Sibolga Tapanuli Selatan Provinsi Sumatera Utara yang beroperasi di perairan simeulue Tanpa Izin.

Jaringan Kuala berharap agar aparat penegak hukum, PSDKP, Polairud lampulo atau atau satgas 115 jakarta, segera turun tangan untuk menindak lanjuti informasi kapal yang beroperasi mengunakan alat tangkap tidak ramah lingkungan ( ilegal fishsing ) yang beroperasi di zona perairan Aceh, Kabupaten Simeulu.

“Menggunakan alat tangkap Jaring Moro Ami yang dilarang dengan tegas oleh PERMEN DKP nomor 42/PERMEN-DKP/2014 dan perubahan ke 4 PERMEN nomor PER 02/MEN/2014,pasal 14 ayat (1) huruf g yang merupakan API ( Alat Penangkap Ikan) yg bersifat pasif dan dilarang penggunaan atau pengoprasian nya di jalur penangkapan ikan disemua WPPNRI,” kata Sekjend Jaringan Kuala Rahmi Fajri, Senin 21 Agustus 2017.

Selanjut dikatakan Rahmi Fajri , Sehingga bisa segara diatasi permasalahan yang selama ini terjadi karena sudah sering terjadi dan belum ada tanggapan dari aparat penegak hukum yang ada di pulau seumelu.

“Apa lagi meraka beroperasi di daerah konservasi yg sudah ditetapkan oleh pemda simeulue seperti seputaran pulau siumat, gosong 7 bahkan beberapa mil didepan pantai Ganting tempat wisata lokal masyarakat simeulue, mereka juga masuk dalam wilayah tangkapan nelayan tradisional,” Tukas Sekjedn Jaringan Kuala.