Jemput Bola, Disdukcapil Banda Aceh Datangi Kampus Unsyiah

0

BANDA ACEH |LA – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banda Aceh terus berinovasi dalam melayani warga mendapatkan KTP Elektronik (KTP-el).

Lewat program ‘Jemput Bola’, kali ini petugas Disdukcapil menyambangi kampus Unsyiah di Darussalam Banda Aceh. Nama programnya perekaman data KTP-el Goes to School & Campus. Mahasiswa dilayani perekaman data di lokasi dan KTP-el langsung jadi.

Kepala Disdukcapil Kota Banda Aceh, Emila Sovayana yang ikut hadir di lokasi langsung menyerahkan langsung KTP-el kepada seorang mahasiswa usai perekaman data di RKU Unsyiah.

“Syaratnya mudah sekali, mereka hanya perlu membawa fotocopy Kartu Keluarga saja. Perekaman kita lakukan langsung dikampus dan KTP-el nya bisa langsung jadi,” ungkap Emila, Rabu (10/4/2019) di kampus Unsyiah.

Kata Emila, menindaklanjuti arahan Kemendagri, Pemko melakukan kerjasama dengan pihak Unsyiah dan turun langsung ke kampus tersebut untuk melakukan perekaman data.

“Kita ingin memastikan seluruh mahasiswa memiliki KTP-el. Kita turun langsung dan merekam, apalagi ini menjelang Pemilu. Kita harap mereka dapat menggunakan hak pilihnya dengan memiliki KTP-el,” harap Emila Sovayana.

Pelayanan yang diberikan bukan hanya untuk mahasiswa Banda Aceh saja. Mahasiswa yang tercatat sebagai warga dari daerah lainpun dilayani dan juga mendapatkan KTP-el. Kata Emila, saat ini seluruh Disdukcapil telah memiliki akses langsung ke Kemendagri dan diberikan kewenangan merekam dan mencetak KTP-el meski bukan tercatat sebagai warga Banda Aceh, asal sudah terdaftar di KK dan memiliki NIK.

“Semua kita layani, bukan hanya mahasiswa asal Banda Aceh saja. Baik itu domisili maupun luar domisili semua dilayani, asal mereka membawa foto copy KK,” ungkap mantan Kepala BKPSDM Kota Banda Aceh ini.

Terkait dengan ketersediaan blanko, Emila mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir karena stok blanko mencukupi hingga akhir tahun.

“Alhamdulillah stok blanko cukup, kita selalu antisipasi ketika sudah sedikit langsung meminta lagi ke Kemendagri,” ujarnya.

Lewat program Jemput Bola ini, Disdukcapill Kota Banda Aceh sebelumnya telah mendatangi sejumlah sekolah dan kampus di Banda Aceh. Kata Emila, pihaknya juga telah turun ke Gampong-gampong (Desa) untuk melayani perekaman bagi warga yang sedang sakit dan uzur. Bahkan, beberapa waktu yang lalu petugas juga telah merekam data di Rumah Sakit Jiwa.

Dari program ini, Disdukcapil telah berhasil meningkatkan jumlah warga yang telah memiliki KTP-el di Banda Aceh. Data per 28 Maret 2019 lalu, tercatat 3.389 warga kota yang belum merekam data KTP-el. Dengan sejumlah program yang telah dijalankan, yakni program ‘Jemput Bola’ dan layanan di hari libur, angka itu telah berkurang menjadi 2900-an.