Jokowi:Krisis Kemanusiaan Harus Segera Dihentikan

0
11
Presiden Jokowi saat menyampaikan pernyataan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (3/9) malam. (Foto: Humas/Nia)

JAKARTA | LA-Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyesalkan terjadinya aksi kekerasan terjadi di Rakhine State, Myanmar. Presiden menilai, perlu sebuah aksi nyata bukan hanya pernyataan kecaman-kecaman dalam mengatasi aksi kekerasan yang menimpa warga Rohingya itu.

“Pemerintah berkomitmen terus untuk membantu mengatasi krisis kemanusiaan, bersinergi dengan kekuatan masyarakat sipil di Indonesia, dan juga masyarakat internasional,” kata Presiden Jokowi dalam pernyataan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu 3 September 2017  malam.

Menurut Presiden, dirinya telah menugaskan Menlu Retno Marsudi guna menjalin komunikasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk Sekjen PBB Antonio Guterres, dan Komisi Penasehat Khusus untuk Rakhine State Kofi Annan.

Sementara untuk penanganan aspek kemanusiaan dan konflik tersebut, menurut Presiden, pemerintah telah mengirim bantuan makanan dan obat-obatan, ini di bulan Januari dan Februari sebanyak 10 kontainer.

Lebih lanjut, Presiden menyampaikan bahwa pemerintah juga telah membangun sekolah di Rakhine State. dan juga segera akan membangun rumah sakit yang akan dimulai pada bulan Oktober akan datang di Rakhine State.

“Indonesia juga telah menampung pengungsi dan memberikan bantuan yang terbaik,” sambung Presiden Jokowi.

Ditambahkan Presiden, bahwa dirinya juga menugaskan Menlu untuk terbang ke Dhaka, Bangladesh, dalam rangka menyiapkan bantuan kemanusiaan yang diperlukan pengungsi-pengungsi yang berada di Bangladesh. Diharapkan minggu ini, lanjut Presiden, pemerintah akan mengirim lagi bantuan makanan dan obat-obatan.

“Sekali lagi, kekerasan, krisis kemanusiaan ini harus segera dihentikan,” pungkas Presiden Jokowi.

Mendampingi Presiden saat menyampaikan pernyataan pers itu, Menko Polhukam Wiranto, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, dan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) A.M. Fachir.

BAGIKAN

KOMENTAR