Kadinkes Aceh Selatan Tegaskan Tidak Ada Warga Terkomfirmasi Positiv Covid-19 yang Dipaksa Melakukan Isolasi Mandiri di Rumah

0
Plt Kepala Dinas Kesehatan Aceh Sekalan, Novi Rosmita, SE, M.Kes.,

Tapaktuan | Liputanaceh.com – Melonjaknya angka kasus covid-19 di Kabupaten Aceh Selatan, hingga hari ini menjadi 21 kasus, dengan 1 orang meninggal dunia, telah menimbulkan beragam spekulasi dan opini di tengah masyarakat, sehingga kebenaran informasi terkait kebijakan penanganan terhadap warga yang terkomfirmasi covid-19, menjadi simpang siur.

Merasa perlu meluruskan informasi terkait penanganan warga Aceh Selatan yang terkomfirmasi covid-19, Pemkab Aceh Selatan melalui Plt Kepala Dinas Kesehatan Aceh Sekalan, Novi Rosmita, SE, M.Kes., kepada pewarta media liputanaceh.com, Rabu (05/08/20), via WA, meyampaikan, bahwa, tidak ada yang warga Aceh Selatan yang kita paksa melakukan isolasi mandiri di rumah.

“Dan tidak ada juga yang dipaksa untuk diisolasi di fasilitas yang disediakan oleh Pemkab Aceh Selatan seperti di Panjumpian,” tegasnya.

Baca juga: Kadinkes Aceh Selatan: Kasus Covid-19 Meningkat, Boleh Isolasi Mandiri atau Difasilitasi Pemda

Hanya saja, lanjut Novi, apa bila ada warga meminta sendiri dengan alasan lebih nyaman dan memnuhi kelayakan di rumah, akan kita akomodir dan ini sudah di ketahui Forkopimda selaku Pimpinan dan Ketua dan Wakil Ketua Gugus Tugas PP covid -19 Kabupaten Aceh Selatan.

“Tentunya dengan tetap kita melakukan komunikasi, memberi dukungan moral dan melakukan monitoring kepada warga yang terkomfimasi covid dimaksud melaui ponsel daan WAG, juga melakukan pemantauan langsung melalui perpanjangan tangan semua unsur Muspika dan Perangkat Desa. Sedangkan untuk pemantauan kesehatan dilakukan oleh kita dari Dinas Kesehatan dan PKM setempat,” terang Novi.

Selain itu, imbuh Novi, pihaknya melaui Gugus Tugas, Perangkat Desa dan PKM, juga meminta kepada warga yang melakukan isolasi mandiri dirumah, harus mematuhi apa yang sudah kita sampaikan.

“Seperti, tidak boleh ada yang keluar rumah, termasuk keluarga, kecuali pada saat ke Rumah Sakit untuk melakukan pemeriksaan swab berikutnya,” jelasnya.

Baca juga: Kadinkes: Kasus Positiv Covid-19 Bertambah 4 Orang di Aceh Selatan

Kebjikan tersebut menurut Novi, sesuai dengan regulasi yang ada, yakni Pedoman Revisi ke 5 Keputusan Kementerian Kesehatan RI, Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020, Tentang Pedoman Pencegahan Dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), Tanggal 13 July 2020.

“Juga berdasarkan kesepakatan Forkopimda Aceh Selatan, melalui zoom meeting pada hari Minggu (02/08/20) yang dikuti oleh, Pak Bupati, Pak Kapolres, Dandim, Kajari, Pak Sekda, Kadiskes, Kalak BPBD, TU Pimpinan Sekdakab dan Staf Kominfo,” urai Novi Rosmita.

Begitupun dengan warga terkomirmasi positif covid-19 yang diisolasi di lokalisasi yang disedikan oleh Pemkab Aceh Selatan, “Tidak ada kita jeput paksa,” tegasnya sekali lagi.

“Seperti halnya 3 orang warga Kecamatan Tapaktuan, yang terkomfirmasi positif covid-19 bernisial BS, RP, dan SW, mereka merasa tindak nyaman di rumah, karna ruangan di dalam rumah yang terbatas. Setelah berkomunikasi yang baik dengan pihak keluarga, Pemerintah Desa dan Muspika, selanjutnya pada hari Sabtu (01/08/20) mereka dijemput dan sudah kita tempatkan di Panjupian,” beber Plt Kadinkes Aceh Selatan, Novi Rosmita.

“Jadi tidak ada yang tidak kita akomodir, semua kita akmodir sesuai dengan regulasi dan kebijakan bersama Forkopinda Aceh Selatan,” ujar Novi meyakinkan.

Terkait adanya “kabar angin” yang menimbulkan kegaduhan dengan menyampaikan informasi yang meresahkan masyarakat, Novi Rosmita sangat menyayangkan hal itu.

“Kita harap kepada masyarakat apa bila mendapatkan informasi yang membingungkan akibat khabar yang tidak jelas informasinya, jangan sungkan untuk bertanya kepada pihak terkait,” demikian tutup Novi Rosmita.