Kadis Syariat Islam Sebut Masyarakat Aceh Banyak Lupa Kewajiban

0
92
Kadis Syari'at Islam Aceh Munawar.A Jalil. Foto: Liputanaceh
Kadis Syari'at Islam Aceh Munawar.A Jalil. Foto: Liputanaceh
Kadis Syari’at Islam Aceh Munawar.A Jalil. Foto: Liputanaceh

Banda Aceh | LA – Kepala Dinas Syariat Islam, Munawar A. Jalil, mengklaim, kebanyakan masyarakat Aceh sering melupakan kewajibannya melaksanakan shalat wajib 5 waktu ketika tibanya waktu shalat. Hal tersebut disampaikan Munawar pada saat diskusi yang digelar di komplek Dinas Syariat Islam Aceh, Selasa 16 Mei 2017.

Munawar menyebut, kebiasaan masyarakat Aceh meninggalkan kewajiban shalat tersebut seakan sudah menjadi tradisi. “Di Aceh sekarang sudah menjadi tradisi kalau nongkrong di warung kopi itu sampai-sampai lupa pada kewajibannya seperti shalat lima waktu,” cetusnya.

Meskipun hampir setiap warung kopi di Aceh khususnya di Kota Banda Aceh menyediakan tempat khusus untuk melaksanakan shalat, namun hal itu disebut seakan tidak merubah keadaan.

Kita bisa melihat dengan mata sendiri, di setiap Caffe yang ada di Aceh, ada yang menyediakan tempat menunaikan shalat atau Musalla, tapi para pengunjung tidak menghiraukan dengan persediaan tempat tersebut, mereka lebih memilih memperhatikan handphone dan laptopnya daripada melaksanakan shalat lebih dulu,” ungkapnya.

Sebagai satu-satunya provinsi di Indonesia yang mendeklarasikan diri sebagai provinsi yang menjalankan aturan syariat Islam, tentu saja ini dianggap sebagai hal yang memalukan. Apabila yang disampaikan Kadis Syariat Islam ini benar adanya, maka Pemerintah Aceh khususnya Pemko Banda Aceh, harus meninjau kembali hal ini.

Pemerintah tentu saja harus betul-betul memperhatikan masalah ini agar wajah Aceh tidak tercoreng di mata nasional bahkan internasional sebagai daerah yang mengaku memperjuangkan syariat Islam, tapi nyatanya hanya slogan semata. (AR/H)

BAGIKAN

KOMENTAR