Kala Emak Millenial dan Remaja Zaman Now Menyerbu Bunga Kak Mursyida Ulim

0

PIDIE JAYA I Liputanaceh.com– Setiap waktu ada momen tersendiri dalam rotasi kehidupan, silih berganti. Fenomena ini juga terjadi di dunia bunga. Peminat bunga dan penggila bunga sudah pasti milik kaum hawa (wanita)

Pemandangan penjual bunga di serbu emak-emak muda dan tua  di Kabupaten Pidie Jaya tumbuh bak jamur di musim penghujan. Seharusnya para pelaku juga unsur pemegang otoritas setidaknya mampu melahirkan komunitas melalui Program Pijay Green and Clean (PGC) sebagai peluang usaha, untuk melayani kebutuhan akan tanaman hias yang permintaannya cukup tinggi. Tapi kapan gaes?

Salah satunya  yang mencoba  keberuntungan bisnis jualan bunga adalah Mursyida bersama suaminya. Bisnis yang dirintis pasangan Mursyida-H. Ibrahim sudah tidak baru sekitar lebih kurang 50 bulan berbisnis bunga, dirinya mampu mengantongi keuntungan yang menjanjikan.

Seharusnya melihat prospeknya berjualan bunga cukup menjanjikan. Sepatutnya Pemda Pijay atau pihak terkait lainnya mengusahakan program PGC mulai dikembangkan di negeri yang dinahkodai Waled-Abuwa sudah dua periode

Usaha penjualan bunga hias milik Mursyida tergolong maju dan diserbu masyarakat khususnya ibu rumah tangga, juga remaja putri millenial bukan hanya dari Pijay juga luar Pijay bahkan bukan hanya menjual aneka berbagai jenis bunga juga menjual bibit tanaman seperti ranbutan dan sejenisnya.

Letaknya sangat strategis di pinggiran jalan Medan-Banda Aceh kawasan Ulim dan tidak jauh dari mercuar ilmu negeri Ulim Dayah Fathul Ainiyah Al-Aziziyah Cot Lipah Gampong Dayah Baroh pimpinan Waled Cot Lipah salah seorang ulama senior Pijay.

Misniati Munir (26) salah seorang Ibu Rumah Tangga asal Blang Dalam Ulee Glee mengatakan telah lama mengoleksi bunga-bunga namun bisnis bunga milik Mursyida-H. Ibrahim termasuk penjual bunga terupdate dengan menghadirkan bunga yang diminati kaum wanita.

“Bisnis penjualan kak Mursyida sosok “penjual bunga millenial, mengerti dengan kebutuhan masyarakat bahkan sangat kewalahan dengan para pelanggannya untuk memesan bunga dari Medan,” ujar IRT yang juga alumni MUDI Samalanga itu dan ikut diamini Rahmawati.

Sementara itu Rahmatillah IRT Pijay juga menambahkan usaha bunga kak Mursyida tumbuh semakin maju dengan aneka bunga impian remaja zaman now dan emak-emak millenial.

“Disini banyak jenis pilihan bungannya dengan harga terjangkau, jangan lupa mampir,” pintanya dengan nada promosi sambil tersenyum kepuasan dengan terpenuhi hajat bunga impiannya.

Sosok kak Mursyida berkulit hitam manis itu menyebutkan usahanya yang ditekuninya telah berumur dua tahunan dan terus berusaha memberikan pelayanan terbaik untuk pelanggannya baik dari kaum wanita Pijay terlebih luar Pijay.

Mursyida menyebutkan aneka jenis bunga yang dijual disini asal Medan dan sang suami sendiri yang kesana memesan bunga biasanya setiap hari rabu.

Usaha beragam jenis bunga dan “wama asyabaha” setidaknya menjadi sebuah catatan dan PR untuk masyarakat Pijay bisa membula usaha mandiri dengan berbagai keahlian dan ketukunan serta istiqamah untuk memenuhi hajat hidup menambah pundi rezeki. Tidak harus menjadikan “PNS” dan abdi negara sebagai impian utama dan target pasca menjalani strata pendidikan berjenjang.

Teladanilah kak Mursyida bersama pujaan hatinya sang suami mengisi kehidupan dalam senyuman sentuhan rezeki  warna warni bunga dan istiqamah dalam usahanya. Bukankah al-istiqamah aula min alfi karamah? Yuk kita refresing sambil melihat bunga indah kak Mursyida.