Kapolres Bone marahi jurnalis & ancam tembaki penggiat LSM

0
111
IST

LIPUTANACEH.COM – Kapolres Bone, AKBP Andria R Martinus, melampiaskan amarahnya kepada sejumlah jurnalis cetak dan elektronik, di Markas korem 141 Toddopuli Bone.

Di hadapan sejumlah wartawan, Andria mengatakan sudah berapa kali ia mendatangi rumah penggiat LSM, Mukhawas.

“Saya cari dia itu, saya datangi rumahnya tapi saya tidak dapat,” kata Andria dengan muka memerah sambil mengancung-acungkan tongkat komandonya, Selasa (17/9/2013).

Di hadapan sejumlah pejabat teras Kabupaten Bone, itu diantaranya Bupati Bone, Andi Fahsar Mahdin Padjalangi, Ketua DPRD Bone Andi Akbar Yahya, serta sejumlah wartawan media cetak dan elektronik, Andria melontarkan pernyataan akan menembaki Mukhawas.

“Nanti saya puas, kalau saya tembaki kepalanya itu, ini soal perasaan,” kata Andria lagi.

Selain itu, Andria juga mengancam akan menangkapi sejumlah kendaraan wartawan di Bone yang diduganya tidak memiliki surat dan kelengkapan kendaraan.

“Itu nanti mobilnya saya tangkapi baru saya gantung mobilnya, saya tahu itu mobil bermasalah, lihat saja nanti,” ancamnya.

Andria juga mengatakan, juga akan memukuli wartawan yang kerap menulis tentang dia selama ia menjabat sebagai Kapolres Bone.

“Ngopi aja di sana, entar saya gebukin semua,” kata Andria lagi, saat menjawab ajakan salah seorang wartawan yang meminta Kapolres untuk menggelar kopi morning sebagai acara lepas sambut Kapolres Bone dengan wartawan.

Mendengar lontaran amarah Andria, Bupati dan Ketua DPRD Bone yang berada tidak jauh dari Andria hanya tertunduk dan diam saja.

Kemarahan Andria itu dipicu oleh laporan dugaan korupsi yang melibatkan Kapolres yang tidak lama lagi akan pindah itu, pelaporan tersebut dilakukan LSM Latenritatta melalui Ketuanya Mukhawas Rasyid beberapa hari lalu.

Mukhawas Rasyid melaporkan dugaan korupsi dana pengawalan kotak suara Pilkada lalu sebesar Rp25 juta, kasus permintaan dana dari kasus dugaan korupsi Koni Rp400 juta dan Pemerasan oleh petinggi Polres Bone senilai Rp32 juta terhadap kasus dugaan korupsi pengadaan tas KPU.

Mukhawas Rasyid yang dikonfirmasi mengatakan tidak gentar dengan ancaman Andria. “Bohong itu kalau mencari saya di rumah, saya selalu di rumah kok, dan saya ini tidak susah dicari di Bone karena saya orang Bone asli, dan banyak yang kenal saya, dan tidak perlu cari coba panggil saja, saya akan datangi,” kata Mukhawas.
Mukhawas mengaku tidak gentar menghadapi ancaman Andria tersebut. “Tembak saja kalau berani, memangnya saya takut?,” tantang Mukhawas.

Atas pernyataan Andria tersebut, Mukhawas berjanji akan melaporkan Andria dengan dugaan pengancaman dan membuat perasaan tidak menyenangkan.

Wakapolres Bone, Kompol Agung Kanigoro saat dikonfirmasi mengakui Jika Kapolres Bone banyak pikiran dan tidak sadar jika naik emosinya.

“Saya tahu betul itu Pak Kapolres, mungkin karena pekerjaannya sehingga dia tidak sadar,” kata Agung kepada SINDO, Selasa, (17/9/2013).

Agung berharap jika masalah tersebut tidak diperpanjang dan mengimbau agar masalah ini tidak lebih meluas. **(Sindo)

BAGIKAN

KOMENTAR