Kas Titipan BI Perwakilan Aceh Hadir di Subulussalam

0
27

BANDA ACEH | LA– Penandatanganan perjanjian kerjasama kas titipan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Ahmad Farid dan Kepala PT Bank Aceh Syariah Cabang Subulussalam, Saifannur pada hari Senin tanggal 9 Oktober 2017

Menandakan beroperasinya secara resmi layanan kas titipan BI di Kantor Cabang PT. Bank Aceh Syariah Cabang Subulussalam.

Pembukaan kas titipan tersebut merupakan hasil kerja sama BI bersama PT Bank Aceh Syariah.
Peresmian Kas titipan tersebut dihadiri oleh Walikota Subulussalam H. Merah Sakti, Muspida Kota Subulussalam, serta pimpinan perbankan Subulussalam & Kabupaten Singkil.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas uang tunai layak edar, sekaligus menjamin ketersediaan uang tunai bagi perbankan dan masyarakat di wilayah Pantai Selatan Aceh.

” Keberadaan Kas Titipan dapat meningkatkan cash management yang lebih baik di perbankan, karena biaya pengiriman uang menjadi lebih efisien mengingat pengiriman uang akan dilakukan oleh Bank Indonesia,” kata Kepala Bank Indonesia Perwakilan Aceh, Ahmad Farid dalam siaran persnya, Selasa 10 Oktober 2017.

Selain itu, idle money yang berlebih di perbankan dapat
langsung disetor ke Kas Titipan.

Adanya efisiensi dalam operasional perbankan tersebut pada akhirnya dapat memberikan multiplier effect kepada masyarakat berupa penurunan suku bunga kredit atau margin pembiayaan perbankan.

Ahmad Farid dalam sambutannya mengatakan bahwa salah satu tugas pokok Bank Indonesia adalah mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran.

” Sebagai konsekuensi tugas ini, Bank Indonesia harus dapat menyediakan uang kartal dalam jumlah yang cukup, jenis
pecahan yang sesuai, tepat waktu, dan dalam kondisi yang layak edar di masyarakat,” ujarnya.

Selanjutnya sambung dia, bahwa Layanan Perkasan di Bank Indonesia digolongkan ke dalam 2 jenis layanan yaitu layanan kas dalam kantor dan layanan kas luar kantor.

Bentuk layanan kas dalam kantor berupa kegiatan setoran, bayaran, dan penukaran uang Rupiah. Sedangkan layanan kas di luar kantor dilakukan dalam bentuk pelaksanaan kegiatan kas keliling dan kas titipan.

Menurutnya, Salah satu pertimbangan Bank Indonesia perlu membuka kas titipan di Kota Subulussalam adalah Kota tersebut memiliki prospek perekonomian yang cukup tinggi dan memiliki sentra perdagangan, pertanian dan perkebunan. Sehingga, Kota Subulussalam termasuk daerah yang memiliki kebutuhan uang kartal cukup tinggi.

Selain itu, letak Kota Subulussalam cukup strategis, yakni sebagai penghubung wilayah Pantai Selatan Aceh yang berdekatan yaitu Kabupaten Singkil, Kabupaten Simeulue, Kabupaten Aceh Selatan, dan berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Utara.

” Hal tersebut semakin menambah kebutuhan uang kartal di masyarakat.Melihat perkembangan tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh harus dapat mengantisipasi penambahan kebutuhan uang kartal di daerah sebagai upaya meningkatkan pelayanan perkasan kepada stakeholder,”

Dengan adanya Kas Titipan ini maka masyarakat dapat lebih mudah memperoleh uang baru yang lebih bersih. Sehingga, interaksi
masyarakat dengan uang lusuh dan kotor yang berpotensi menimbulkan penyakit dapat diminimalisir. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan clean money policy.

Pada kesempatan yang sama, Busra Abdullah selaku Dirut PT. Bank Aceh Syariah mengapresiasi langkah BI untuk membuka layanan kas titipan tersebut.

Dalam sambutannya, Busra Abdullah mengatakan bahwa adanya kas titipan Bank Indonesia ini dapat membantu
masyarakat di Subulussalam untuk lebih mudah memperoleh uang layak edar. Kegiatan ini tentunya dapat meningkatakan kegiatan ekonomi di Subulussalam dan sekitarnya.

Sementara Walikota Subulussalam, H. Merah Sakti, S.H berharap dengan adanya kehadiran Kas Titipan di Subulussalam akan memudahkan investor yang ingin berinvestasi di Subulussalam kedepannya. Selama ini, para investor menyatakan sulit untuk melakukan penarikan uang tunai dalam jumlah besar di Subulussalam.

” Bagi masyarakat umum dengan hadirnya Kas Titipan sangat bermanfaat terutama untuk melayani kebutuhan masyarakat akan uang pecahan kecil baik dari segi denominasi maupun kondisi layak edar yang dapat ditukarkan langsung kepada bank pengelola dan peserta kas titipan tanpa dipungut biaya.

Pembukaan kas titipan di Subulussalam tersebut menambah jumlah kas titipan BI di Provinsi Aceh, yang sebelumnya telah ada di Blangpidie dan Takengon atas hasil kerjasama dengan Bank BRI. Dalam waktu dekat, Bank Indonesia juga akan membuka layanan kas titipan tambahan di Kota Meulaboh. [ ]

 

BAGIKAN

KOMENTAR