Kebijakan BI dan Arah Perkembangannya Turut Disosialisasikan

0

BANDA ACEH | LA – Bank Indonesia perwakilan Aceh terus melakukan sosialisasi terhadap arah kebijakan dan perkembangannya. Hal ini dilakukan kegiatan sosialisasi yang bertajuk Seminar Teknologi Finansial (Fintech) dan uang Digital di Aula Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala.

Acara ini juga turut di hadiri oleh kepala perbankan di Provinsi Aceh, Satuan Kerja Provinsi Aceh, Akademisi, Pengamat Ekonomi, Mahasiswa/Mahasiswi Jurusan Ekonomi, Selasa 13 Febuari 2018.

Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Teuku Munandar Deputy Kepala Kantor Bank Indonesia dalam Acara seminar tersebut yang mewakili Kepala Perwakilan Bank Indonesia Aceh, terlihat telah menunjukkan kesungguhan Rektor dan Dekan untuk memajukan sumber daya manusia di Aceh, melalui kegiatan-kegiatan ilmiah seperti pagi ini.

“Kami meyakini, berbagai terobosan dan program kerja di bidang pendidikan
dalam beberapa tahun terakhir yang dilakukan oleh Unsyiah, UIN Ar-Raniry
dan PT lainnya, serta support dari Pemda dan stakeholders lainnya,
merupakan salah satu faktor pendorong meningkatnya Indeks Pembangunan
Manusia (IPM) Aceh,” ujarnya.

Pada tahun 2015 IPM Aceh tercatat 68,81, data terakhir yaitu tahun 2016,
IPM Aceh meningkat menjadi 70,00, yang menjadikan status IPM Aceh naik
kelas, dari sebelumnya termasuk kategori “sedang”, menjadi status “tinggi”
di 2016. Aceh bergabung dengan 11 provinsi lainnya dgn status tinggi
(Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jkt, Jabar, dll), sementara 21 Provinsi sedang,
dan 1 rendah (Papua)

“Kami memandang kehadiran Bapak-Ibu dan kita semua pada hari ini untuk
mendengarkan, diskusi, dan belajar mengenai hal yang belum kita pahami
dengan baik, atau bahkan sesuatu pengetahuan yang baru, yaitu mengenai
teknologi finansial/Fintech, menunjukkan bahwa kita semua belum mau
sekarat. Albert Einstain pernah berkata, “once you stop learning, you
start dying”.

Lebih lanjut, disampaikan oleh Teuku Munandar, Begitu berhenti belajar, maka anda mulai sekarat.
Perkembangan teknologi dengan berbagai inovasinya belakangan ini telah
menyasar ke berbagai industri. Tercatat industri media, film, musik, telekomunikasi, dan transportasi telah terdampak oleh kemajuan teknologi.Dan kini sektor keuangan pun tak luput dari serbuan inovasi teknologi,
bahkan sektor ini disebutkan sebagai sektor yang paling terdampak atas
kemajuan teknologi. Istilah Financial Technology (Fintech) atau Teknologi Finansial, menjadi
salah satu topik yang hangat dibicarakan, baik di tingkat nasional maupun
global. Menurut data Google Analytics, dalam kurun waktu 2015-2017,
intensitas pencarian kata “Fintech” pada searching engine google mengalami
peningkatan yang tajam.

Berdasarkan literatur dan referensi yang ada, Fintech memiliki terminologi
yang generik dengan cakupan pengertian yang luas. Dari berbagai referensi
yang ada, dapat disimpulkan secara umum bahwa Fintech adalah
penggunaan teknologi dalam inovasi di sektor finansial/keuangan.

Terdapat berbagai jenis transaksi Teknologi Finansial (Fintech), ada yang
berupa penggalangan dana (crowdfunding), pinjaman (peer to peer
lending), Market Provisioning, Payments, Clearing, Investment and Risk
Management, serta transaksi lainnya yang nanti akan disampaikan oleh para
narasumber.

Transaksi-transaksi Fintech tersebut sebenarnya bukanlah jenis transaksi
baru, karena selama ini mungkin kita sudah kenal dan melakukannya.
Namun yang membedakannya adalah, bila sebelumnya dilakukan melalui
layanan lembaga keuangan atau fasilitator lainnya, maka kini kesemuanya dapat dilakukan melalui suatu teknologi aplikasi yang dioperasikan melalui
smartphone, laptop, atau gawai (gadget) lainnya, sehingga dianggap lebih
cepat dan simple oleh masyarakat.

Dengan jumlah penduduk yang besar, terutama di golongan usia produktif ,
menjadikan Fintech sebagai bisnis yang menarik untuk digeluti di Indonesia.
Generasi muda (milenial) dengan populasi 42% dari jumlah penduduk dan
memiliki karakter serba cepat, simple, dan akrab dengan perkembangan
teknologi dan juga internet, membuat Fintech mudah diterima dan diminati
oleh mereka.

Selain itu, penggunaan internet dan smartphone yang semakin luas di
kalangan masyarakat Indonesia, menjadikan Fintech semakin banyak
digunakan. Berdasarkan data yang dikumpulkan dari berbagai sumber, per Januari 2017 diketahui bahwa dari 262 juta penduduk, tercatat jumlah pengguna mobile phone sebanyak 371,4 juta.

Selain itu, pengguna internet di Indonesia tercatat ada 132,7 juta, dengan
pertumbuhan internetnya terbesar di dunia, yakni 51%. Dengan potensi digital tersebut, maka peluang Fintech untuk semakin berkembang sangat terbuka besar. Hal ini juga terkonfirmasi dengan peningkatan transaksi Fintech atau Digital Economy di Indonesia, yang nanti akan dipaparkan oleh narasumber.

Mengetahui potensi akan semakin berkembangnya industri Fintech, maka
sudah sepatutnya kita semua terutama adik-adik mahasiswa, untuk meng-
upgrade pengetahuan dan skillnya, agar bangsa Indonesia tidak tertinggal
dengan bangsa lainnya di bidang Fintech dan Digital Economy.

Bila kita tidak meng-upgrade kompetensi kita, maka kita harus bersiap diri
untuk tergilas oleh perubahan jaman. Jangan sampai di era smartphone ini,
kita menjadi stupid people.
Sebagai bangsa yang besar, selama ini kita kita lebih banyak berperan
sebagai penonton bagi kemajuan bangsa lainnya di bidang perekonomian,
teknologi, bahkan dalam hal olahraga.
Di era ekonomi berbasis Sumber Daya Alam, selama puluhan tahun kita
lebih sering menjadi konsumen.

Hasil tambang, migas dan kekayaan alam kita dikuras tanpa memberikan kontribusi yang optimal dalam perekonomian masyarakat. Kini di saat pertumbuhan ekonomi sudah bergeser kearah berbasis sumber daya manusia (ekonomi kreatif, IT), apakah kita juga akan kembali menjadi penonton dan dijadikan pasar yang empuk bagi negara lain, tentu tidak.

Berbagai inovasi dan terobosan harus kita lakukan, agar Indonesia bisa naik
kelas menjadi negara maju dan memimpin di berbagai sektor. Pendiri Apple, Steve jobs pernah berkata, “yang membedakan antara leader/pemimpin dengan follower/pengikut adalah, inovasi”.

“Maka teruslah berinovasi dan melakukan hal-hal yang kreatif, terutama para generasi muda Indonesia termasuk adik-adik mahasiswa yang hadir pagi ini, semoga kegiatan kita hari ini memberikan keberkahan berupa ilmu yang bermanfaat, yang menghantarkan pemiliknya pada kondisi yang lebih baik, khususnya mereka
yang berjuang untuk membawa ekonomi Indonesia yang lebih baik dan bermartabat,” tutupnya.