Keindahan Aliran Sungai Batee Iliek dan Realisasi Destinasi Wisata Religi

0
93

Samalanga bukan hanya terkenal dengan kota santrinya. Bahkan juga kota sejarah dan benteng pertahanan melawan penjajahan Belanda. Di samping itu Samalanga juga ikut mewarnai sebagai kota destinasi wisata yang terkenal dengan Batee Iliek.

Anda sebagai seorang warga Aceh tentu sudah sangat kenal dengan nama itu walaupun belum sempat singgah di pesona aliran sungai mengalir berbatuan besar.

Kawasan wisata Batee Iliek bisa dilihat langsung dari jalan nasional, karena posisinya memang berada di jalan lintas Banda Aceh – Medan, Tepatnya di Kecamatan Samalanga.  Mudahnya akses menjadikan sebagai tempat yang sering dikunjungi manusia-manusia yang haus akan hiburan

Hari libur tidak sedikit warga yang menyerbu Batee Iliek, meski banyak yang belum tahu di mana dan seperti apa tempat wisata ini, namun namanya sudah cukup populer di kalangan Masyarakat Aceh. Bukan hanya di wilayah utara dan timur saja, bahkan sampai ke Aceh Besar, Tengah, Barat dan wilayah lainnya serta wilayah luar Aceh.

Berkat kepopulerannya di balik bayangan kota Santri, juga ikut menambah frekuensi kemasyhuran nama Batee Iliek, saban hari selalu ada pengunjung yang datang baik yang melintasi jalan nasional Banda Aceh-Medan, juga para orang tua santri yang menjenguk anaknya di dayah Samalanga yang merupakan mercusuar kota ilmu zaman now.

Tempat wisata Batee Iliek di dominasi oleh pengunjung datang ber­ke­lom­pok dengan membawa anak-anak. Para bocah dan remaja senang be­rendam di sungai yang dikenal de­ngan airnya sangat dingin itu. Se­bab, terdapat banyak bebatuan di alur sungai. Sebagian besar orang tua ha­nya ikut untuk mengawasi anaknya mandi-mandi.

Bukan hanya itu, kondisinya semakin semarak de­ngan hadirnya para pedagang maka­nan dan minuman ringan dengan men­di­rikan tenda darurat di dalam alur su­ngai. Selain itu, para pedagang juga me­­letakkan kursi dan meja hingga men­­jorok ke pinggir sungai.

Setidaknya pemerintah mampu menjadikan Batee Iliek ini sebagai destinasi wisata religi dan ini di dukung oleh dayah dan yang membatasi tempat tersebut. Dayah Jamiah Al-Aziziyah Batee Iliek yang di pimpin oleh Ayah Muntasir yang juga Rektor IAI Al-Aziziyah Samalanga yang terletak di atas tempat wisata itu.

Tidak jauh dari itu Dayah Najmul Huda Al-Aziziyah Cot Meurak juga berada di seputaran aliran Krueng Batee Iliek,
Tepat di pinggir sungai Batee Iliek, desa Cot Meurak, kecamatan Samalanga sekitar 1 km dari jalan raya berdiri sebuah dayah yang baru aktif berjalan sudah beberapa tahun lamanya yaitu Dayah Najmul Hidayah al-Aziziyah.

Dayah ini dipimpin oleh salah seorang alumni LPI MUDI Mesjid Raya Samalanga, Tgk. Tarmizi M. Daud al-Yusufy atau akrab disapa Waled Cot Meurak . Lokasi dayah ini bertempat persis pada area tempat berdirinya sebuah dayah yang pernah berkembang pada zaman kerajaan Aceh yang dikenal sebagai Dayah Meunasah Subung Cot Meurak.

Setidaknya dengan dua punggawa itu di fasilitasi pemerintah setempat mampu mewarnai dan menjadikan Batee Iliek destinasi wisata religi dan tentunya akan memberikan andil dan income yang lebih bukan hanya perekonomian masyarakat dan pemerintah juga destinasi tarbiyah islamiah.

Kita pasti akan menantinya sebuah terobosan baru di negeri kota santri itu. Namun kapankah terwujud?

***Helmi Abu Bakar El-Langkawi Penikmat Kopi BMW Cek Pen Lamkawe

BAGIKAN

KOMENTAR