Kejati Aceh Tangkap DPO Tersangka Korupsi

0
288

LIPUTANACEH.COM | BANDA ACEH | Seorang tersangka kasus dugaan korupsi yang selama ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) berhasil ditangkap oleh tim Kejaksaan Agung dan penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh.

DPO tersebut Asnawi, merupakan tersangka korupsi pekerjaan pembangunan kerangka baliho di Lapangan Yos Sudarso, Kota Sabang, Pulau Weh. Dia masuk DPO Kejaksaan Negeri (Kejari) Sabang sejak Mei 2015 lalu.

Tersangka ditangkap di kawasan Jalan Teuku Umar, Banda Aceh, Jumat (31/7) sekitar pukul 11.30 WIB. Tersangka ditangkap tanpa perlawanan di depan sebuah tempat usaha refleksi.

Selanjutnya, tersangka ditahan dan dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Banda Aceh di kawasan Kahju, Aceh Besar. Tersangka ditahan karena dianggap tidak kooperatif serta tidak memenuhi panggilan tim penyidik selama ini.

“Tersangka korupsi yang ditangkap ini merupakan DPO Kejari Sabang sejak beberapa bulan lalu. Tersangka ditangkap tim Satgas Jamintel Kejaksaan Agung dan intelijen Kejati Aceh,” kata Kasi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Aceh, Amir Hamzah.

Amir yang didampingi Kasi Pidana Khusus Kejari Sabang, Ricky Makado menyebutkan, paket pekerjaan yang menjerat tersangka ini milik Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Kota Sabang. Nilai pekerjaan tersebut mencapai Rp193 juta pada tahun anggaran 2011.

Pekerjaan ini dilaksanakan CV Rizki Permata, beralamat Banda Aceh. Tersangka juga beralamat di Banda Aceh merupakan rekanan pelaksana.

“Dalam pelaksanaannya, pekerjaan pembangunan kerangka baliho tersebut dikerjakan tidak sesuai spesifikasi. Kasus dugaan korupsi ini sudah ditangani sejak tahun 2014,” katanya.

Ricky menyebutkan, tersangka Asnawi dimasukkan dalam DPO sejak Mei 2015. Tersangka masuk DPO karena tidak pernah memenuhi panggilan tim penyidik Kejaksaan Negeri Sabang.

Selain tersangka Asnawi, Kejari Sabang sebelumnya juga menetapkan dua orang lainnya sebagai tersangka korupsi dalam kasus serupa. Dua tersangka lainnya, yakni Yusrizal, Direktur CV Rizki Permata dan Deriansyah Kandau, mantan Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Kota Sabang.

Dua tersangka lainnya ini tidak ditahan karena kooperatif. Tersangka Asnawi merupakan tersangka hasil pengembangan dua tersangka ini, kata Ricky.

BAGIKAN

KOMENTAR