Kemenag Aceh Selatan Segera Bahas Polemik Vaksin MR

0
47

LIPUTANACEH.COM | ACEH SELATAN – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Aceh Selatan, Ikbal, S.Ag, M.Ag memastikan pihaknya akan segera membahas persoalan pemberian suntik vaksin Measles dan Rubella (MR) yang menjadi pro kontra di masyarakat.

“Kita akan segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan MPU untuk membicarakan persoalan agar mendapat kejelasan bagi masyarakat,” kata Ikbal kepada Media Liputan Aceh.com, Jumat (03/08/2018) sekitar pukul 11.45 WIB.

Menjawab pertanyaan wartawan, terkait polemik status pemberian label halal, Ikbal menyampaikan belum bisa memberi jawaban karena perlu adanya koordinasi dengan semua pihak apalagi saat ini dirinya sedang berada di Banda Aceh.

Ia mengaku sudah mengetahui polemik ini baik yang beredar di medsos maupun pembicaraan masyarakat sekeliling. Akan tetapi, tambahnya, sepulangnya dari Banda Aceh dan setelah selesai acara pelepasan haji akan disampaikan kepada rekan media.

“Saya koordinasi dulu, Insya Allah sekarang saya akan lakukan komunikasi dengan Pemda dan MPU untuk kejelasannya besok setelah acara pelepasan haji kita bicarakan,” ujarnya kepada awak media melalui telpon selular.

Sebagaimana kita ketahui bersama, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan baru saja melakukan launching kampanye imunisasi Measles Rubella atau yang dikenal dengan Vaksin MR di SMPN 1 Tapaktuan, Rabu (01/08/2018) lalu.

Di acara tersebut, Pemkab yang diwakili Sekda Nasjuddin, SH, MH mengatakan dalam UU kesehatan no.36 tahun 2009, mengamanatkan bahwa imunisasi merupakan hak setiap anak dan pemerintah wajib untuk memberikan imunisasi lengkap kepada setiap bayi dan anak.

Selain itu, menurutnya program imunisasi vaksin MR ini adalah salah satu modal pembangunan yang paling besar untuk mewujudkan manusia Indonesia yang sehat, kuat, produktif dan berdaya asing.

Sementara, disisi lain pihak orang tua mengaku tidak bersedia anak mereka di beri imunisasi campak dan rubella atau MR, dengan alasan vaksin tersebut dikhawatirkan palsu atau tidak memiliki sertifikat halal.

Kekhawatiran ini secara global sudah meluas ke seluruh wilayah Indonesia termasuk Kabupaten Aceh Selatan seiring munculnya program kampanye imunisasi MR.

Bahkan, awak media menemukan kekhawatiran bukan dimasyarakat awam saja namun pegawai kesehatan sendiri enggan memberi suntik vaksin MR kepada anaknya.

“Secara tidak langsung, saya juga keberatan anak saya di suntik karena belum ada kejelasan isi dari vaksin itu ditambah tidak adanya sertifikat halal dari MUI,” sebut salah satu orangtua yang tidak ingin disebut namanya.

Ia yang sehari-hari bekerja di bagian kesehatan juga mengaku memiliki keraguan dan tidak bisa memastikan serta tidak berani mengambil resiko atas dampak yang dialami dari vaksin MR tersebut.

“Kita juga ga paham betul bagaimana proses vaksin itu, ada juga yang bagus dan bisa juga bahaya seperti kita lihat di media. Ya pasti ada ketakutan donk walaupun saya juga dari kesehatan,” demikian pungkasnya.

BAGIKAN

KOMENTAR