Kenaikan Dolar Untungkan Nelayan Aceh

0

C0UIZAhU4X

Banda Aceh – Melemahnya nilai jual rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam beberapa hari terakhir ini, ternyata tidak mempengaruhi ekspor ikan tuna di Aceh. Malahan menjadi berkah tersendiri bagi nelayan lokal di Aceh.

Direktur PT Nagata Prima Tuna, Almer Havis mengatakan, dengan kenaikan harga dolar AS, tidak mempengaruhi pengusaha ikan tuna untuk mengekspor produknya ke luar negeri.

“Kalau secara internasional itu sebenarnya kita tidak berpengaruh, karena yang kita ekspor ke Jepang, Korea dan Amerika Serikat. Apalagi harga di sana masih normal,”kata Almer itu kepada wartawan, di Banda Aceh, Jumat 4 September 2015.

Dikatakan, malahan dengan melemahnya harga jual rupiah terhadap dolar AS, menguntungkan para nelayan. Kalau sebelumnya harga ikan tuna sirip kuning yang perusahaan berada di Ulee Lheue, Meuraxa itu menampung Rp.38 ribu perkilogram, saat ini Rp43 ribu perkilogramnya.

“Jadi dengan kenaikan dolar ini, kita juga bisa naikan harga pada nelayan, dan kedepan juga kita akan tingkatkan produknya,” ujarnya.

Kemudian, kenaikan dolar juga tidak mempengaruhi perusahaan pengolahan tuna itu, dalam segi pembelian plastik serta dus untuk pengemasan ikan. Karena bahan tersebut merupakan produk industri dalam negeri, kecuali peralatan pengolahan ikan.

Namun sangat disayangkan hingga saat ini, peralatan pancing yang digunakan nelayan untuk penangkapan tuna masih sangat jauh tertinggal, dibandingkan daerah timur Indonesia, seperti Papua dan Ambon.

“Padahal kalau peralatan penangkapan ikan kita canggih, bisa mendapatkan tuna dengan kualitas bagus. Apalagi di perairan laut Aceh banyak ikan tuna serta kualitasnya bagus,”paparnya.

Karena dengan kekurangan peralatan, dulu ikan tuna yang kualitasnya tingkat satu di Aceh, menurut data statistik hanya ditemukan 10-20 persen saja.

Sementara di perusahaan pengolahan tuna yang berdiri sejak pertengahan 2014 itu, ikan tuna dengan kualitas tingkat satu diekspor ke Jepang. Lalu kualitas tingkat dua ke Korea dan tiga ke Amerika Serikat.

Di PT Nagata Prima Tuna sendiri, melakukan ekspor tuna belum berjalan setahun, namun ditargetkan rata-rata 150 ton ekspor tuna/tahun. Pihaknya juga belum lama ini, 5 Agustus lalu, baru mengekspor 250 Kg tuna ke korea.

“Minggu depan kita juga berencana mengekspor ke Amerika Serika sekitar 10 ton,” katanya. (Zikri)