Keseriusan Distanbun Aceh Dalam Meningkatkan Perekonomian Rakyat

0
53
ist

ACEH | LA – Sektor pertanian dan perkebunan memiliki peranan yang sangat penting bagi perekonomian Indonesia dan Aceh khususnya. Melalui program Aceh Hebat yaitu Aceh Meugo dan Meulaot serta Aceh Troe.

Distanbun terus mencoba meningkatkan produksi dan produktivitas serta kontinuitas komoditi tanaman pangan Seperti PaJaLe (Padi-Jagung-Kedele), hortikultura seperti bawang merah cabe serta berbagai komoditi perkebunan sawit salah satunya.

Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Kadis Pertanian dan Perkebunan Aceh Abdul Manan S.P, MM pada Liputanaceh.com selasa (14/08/2018).

“Sub sektor perkebunan merupakan andalan perkebunan merupakan andalan utama sebagai sumber peningkatan devisa negara saat ini hal ini sudah pernah teruji,” katanya.

Pada tahun 1998 dimana perkebunan menjadi penopang utama, Di Saat Indonesia mengalami krisis ekonomi untuk itu pemerintah dan pemerintahan Aceh terus meningkatkan pembangunan pembangunan baik perkebunan rakyat maupun perkebunan besar.

Dalam konteks Aceh data statistik 2016 Aceh memiliki luas kebun di mana mana mana di antaranya ada milik perusahaan ada milik rakyat komoditi andalan Aceh terkenal 5K (Kelapa Sawit, Kelapa, Karet, Kalau, Kopi), imbuhnya.

“Provinsi Aceh ada beberapa unggulan daerah seperti PLNCTT (Pala, Lada, Nilam, Cengkeh, Tebu, Tembakau), ini merupakan komoditas yang berperan penting peningkatan pendapatan daerah”.

Begitu juga ketua panitia Azanuddin Kurnia S.P, MP menambahkan Bahwa ada 12,258 Ha yang sudah disetujui oleh Pusat untuk program Replanting Sawit untuk 7 Kabupaten seperti  Singkil, Nagan Raya, Meulaboh, Aceh Jaya, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tamiang. Dengan tema Sosialisasi Perencanaan Kelapa Sawit Pekebun Dalam Kerangka Pendanaan.

“Untuk itu kita berharap ke 7 Kabupaten tersebut bisa terpenuhi Kuota yang sudah disepakati dengan Pusat, oleh sebab itu kita berharap Kabupaten tersebut serius melaksanakan kegiatan Replanting Sawit kepada kelompok tani di wilayah masing-masing,” ajak Azanuddin.

Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Pimpinan Kabupaten dan Kadis Pertanian Perkebunan serta Bappeda dan beberapa organisasi Petani Sawit.

BAGIKAN

KOMENTAR