Ketua Komisi II DPRA : Saya Lebih Tau Tentang Pesawat

0
225

BANDA ACEH|LA -Program wacana pembelian  Pesawat  oleh Pemeritah Aceh  dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA)  2017,ditanggapi  dengan cara berbeda oleh Ketua Komisi II DPRA.

“Kita setuju program Gubernur itu, tapi alangkah indahnya gubernur jangan memaksa kehendak terhadap hal tersebut, dikarenakan ada hal lain yang lebih penting digunakan anggaran APBA, seperti Pembayaran gaji guru Kontrak dan pembangunan ekonomi masyarakat Miskin,” kata Ketua Komisi II DPR Aceh , Nurzahri ST, Jum’at,22 September 2017.

Pembelian pesawat yang direncanakan gubernur Aceh,  yaitu Pesawat Kecil Jenis  Shark Aero dengan ketahanan terbang hanya 9 jam itu,  mencapai Rp. 2 Milyar, dalam satu pesawat.

“ Sedangkan program dia 6 pesawat, berarti menghabiskan Anggaran Rp. 12 Milyar, Saran saya kepada pemerintah Aceh, dari pada Program beli Pesawat yang harganya Milyaran Rupiah lebih baik Pemerintah Aceh membeli Drone saja, dengan harga Rp. 600 juta, bisa terbang 20 jam dan Drone tersebut simple tanpa Awak, atau beli Heli dengan Harga Rp 6 Milyar bisa turun dimana mana,”  ujar Nurzahri, yang juga politisi partai aceh.

Selanjutnya, dikatakan dia bahwa Program pembelian Pesawat itu menurut Nurzahri merupakan ide  pribadi gubernur aceh  Irwandi Yusuf, tambah Nurzahri.

“Setelah itu dikasih tau kepada Bapeda, Bapeda melakukan pertemuan dengan Dinas Perhubungan, Dinas Perikanan dan Dinas Kehutanan Aceh, untuk membicarakan Program itu, ketika pertemuan dilakukan Mereka itu semua bingung tentang Program itu, sebutnya.

“Saya lebih tau terhadap Pesawat, biarpun saya ini bukan Pilot, kalau beli pesawat itu tidak di kenal dengan Panjar,” tegas ketua Komisi II DPR Aceh.

Untuk daerah perairan aceh , pertahankan Kamla saja, buat Program untuk mereka, Fasilitas yang cukup untuk mereka  supaya mereka bisa melakukan Oprasi diperairan Aceh setiap saat, pintanya.

“Kita juga berharap kepada SKPA yang membidangai Udara laut dan Darat harus hati hati dengan Program ini, dan kita sudah melihat semua di masa Gubernur Abdullah Puteh, setelah beli Pesawat tidak bisa digunakan  dan resikonya sangat besar, pungkas Nurzahri. (AA)