Ketua Komisi X DPR RI Teuku Riefky Harsya Ziarah ke Makam Laksamana Malahayati

0
Ketua Komisi X DPR RI Teuku Riefky Harsya saat berkunjung ke makam Laksamana Keumalahayati. Foto: Dok. LA

Banda Aceh | LA – Ketua Komisi X DDPR RI asal Aceh Teuku Riefky Harsya, melakukan ziarah (kunjungan) ke makam pahlawan perempuan Aceh Laksamana Malahayati di Kreueng Raya Aceh Besar, Selasa 1 Agustus 2017. Kunjungan Teuku Riefky Harsya ke makam Laksamana wanita pertama di dunia itu adalah untuk meninjau langsung kondisi makam sekaligus memanjatkan doa.

Makam Laksamana Malahayati, merupakan salah satu situs cagar budaya di Aceh yang penting diingat dan dijaga oleh generasi bangsa Indonesia khususnya generasi Aceh, karena itulah Komisi X DPR RI yang membidangi masalah pendidikan dan kebudayaan, berusaha mengajukan kepada Pemerintah Pusat untuk menjadikan Laksamana Malahayati sebagai salah satu tokoh nasional.

“Alasan kita memilih Laksamana Malahayati tentu beralasan kuat. Keumalahayati merupakan sosok wanita pertama di dunia yang yang menjadi Laksamana yang mampu mempertahankan kedaulatan rakyat dan membela kemaslahatan umat pada masa itu, bersama dengan para inong balee (janda) ketika itu berusaha mengusir para penjajah dan invansi dari Eropa. Ada banyak sekali jasa-jasa beliau bagi kemerdekaan Indonesia, karena itulah kami mengajukan beliau sebagai salah satu tokoh nasional,” terang Teuku Riefky.

Dikatakan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat ini, saat ini pihaknya sedang berusaha menjelaskan berbagai hal tentang sejarah perjuangan dan jasa-jasa Malahayati sebagai sosok laksamana perempuan asal Kesultanan Aceh yang mampu menaklukkan armada laut Belanda, Portugis, dan Inggris tersebut. Menurut Teuku Riefky, ada satu syarat lagi yang diminta Pemerintah Pusat untuk menjadikannya sebagai tokoh nasional.

“Syarat lainnya sudah disampaikan pihak Komisi X sebelumnya kepada Pemerintah Pusat, tinggal masih ada satu syarat lagi yang harus dipenuhi supaya Laksamana Keumalahayati ini dijadikan tokoh nasional dan dibacakan namanya di perayaan hari ulang tahun republik indonesia pada 17 Agustus nanti, yakni harus mengadakan seminar tentang sejarah kepahlawanan dan jasa-jasanya. Oleh sebab itu kami minta kerjasama pemerintah Aceh,” jelas anggota DPR RI yang sangat peduli terhadap kondisi pendidikan Aceh ini.

Usai berkunjung ke makam putri Laksamana Mahmud Syah tersebut, Teuku Riefky juga menyempatkan diri berkunjung ke kampus STKIP BBG untuk menanyakan kondisi sejumlah mahasiswa yang telah mendapatkan beasiswa penuh di kampus tersebut. Dari hasil peninjauan tersebut, didapatkan banyak penerima beasiswa yang mampu bersaing dan berprestasi. Usai kunjungan ke kampus BBG, Teuku Riefky melanjutkan perjalanan ke Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) berangkat kembali ke Jakarta. (Hidayat Pulo)