KIP Aceh Besar Mempermainkan Partai Politik

0

ACEH BESARl LA– Sejumlah pimpinan partai politik mengaku kecewa terhadap sikap Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Besar. Pasalnya, lembaga penyelenggara pemilu itu dinilai bermain politik praktis, karena mengambil putusan sepihak untuk menunda rapat pleno rekapitulasi suara pemilu di tingkat kabupaten, Selasa 7 Mei 2019.

Partai politik yang menyatakan kecewa terhadap kepuasan KIP Aceh Besar itu yakni, Partai Aceh, PNA, PDA dan Partai Sira, Partai Demokrat, Dan PKB. Perwakilan partai tadi telah menyambangi kantor KIP Aceh Besar dan lokasi rapat pleno rekapitulasi suara pemilu pada Selasa malam usai tarawih. Namun di dua lokasi tersebut tidak ada satu orang pun komisioner atau staff KIP Aceh Besar.

Sebelumnya, dalam rapat pleno yang sempat berlangsung Senin, 5 Mei 2019, Ketua KIP Aceh Besar sekaligus pimpinan rapat, Cut Agus menunda rekapitulasi suara atau pleno hingga pukul 22:00 WIB, dan akan dilakukan penghitungan suara ulang (psu) sebagaimana rekomendasi Panwaslih Aceh Besar, 30 April 2019.

Keputusan itu berdasarkan laporan dugaan kecurangan yang dilaporkan empat Partai Lokal (Parlok) di Aceh Besar pada Panwaslu setempat. Pelanggaran yang dilaporkan adalah dugaan adanya penggelembungan suara di 220 TPS dari 115 gampong di Aceh Besar dan dugaan penambahan jumlah pemilih melebihi DPT serta ditemukannya salinan Form C1 dan DA-1 ganda.

Sekretaris DPW PA Aceh Besar, Bachtiar mengaku heran dengan keputusan sepihak KIP Aceh Besar. Sebab, pihaknya tidak pernah  diberitahu alasan penundaan tersebut. Dia menuding, pimpinan KIP Aceh Besar telah mengingkari keputasan yang disepakati dalam pleno.

“Saya menilai ada sebuah kejanggalan dalam putusan yang diambil KIP Aceh Besar. Padahal, Panwaslih telah mengeluarkan rekomendasi. Inilah, kenapa kami meyakinkan ada kecurangan yang terstruktur sistematis dan masif,” ujar Bachtiar didampingi pimpinan Parlok, pada awak media pers, Rabu 8 Mei 2019, dinihari.

Ketua Harian PDA, Mufaddhal Zakaria mengatakan, pihaknya telah menyiapkan bukti dan saksi untuk membuktikan adanya kecurangan yang terstruktur dalam penyelenggaraan Pemilu di Aceh Besar. Namun KIP memutuskan secara sepihak untuk menunda jalannya rapat pleno.

“Kami merasa ditipu oleh KIP. Kami dijanjikan sore tadi setelah jam istrahat berbuka puasa. Kami dijanjikan akan dilanjukan pleno di tingkat kabupaten pukul 22:00 WIB yaitu pleno DPRK. Namun, tak kunjung dilaksanakan,” ujarnya.

Sementara itu, Wasekjen Partai SIRA Jufriadi menyampaikan, pihaknya tidak akan menerima seluruh putusan KIP, hingga rekomendasi Panwaslih dilaksanakan oleh KIP. Dia juga mengaku tidak akan menerima putusan KIP sampai banding trersebut diterima.

Penasehat PNA Aceh Besar, Irmansyah mendesak pimpinan KIP Aceh Besar untuk menjadwal ulang sidang penghitungan suara. Menurutnya, PNA paling dirugikan atas sikap KIP yang terkesan menunda-nunda.

“Untuk itu kami sepakat dengan kejadian ini kita ingin sampaikan agar ini tidak berulang dan kami akan minta KIP untuk menjadwal ulang putusan KIP sendiri dan kami menuntut KIP untuk melakukan penghitungan suara ulang sebagaimana yang telah diputuskan,” ungkapnya.(*)