Kisruh PT EMM di Aceh, Wali Nanggroe Diminta Bersikap

0

BANDA ACEH | LA – Terkait kisruh dan demontrasi mahasiswa tentang Penolakan Izin eksploitasi PT.  EMM di Beutong Ateuh,  Nagan Raya. Ketua Institut Peradaban Aceh Haekal Afifa meminta Wali Nanggroe Aceh dan DPR Aceh bersikap.

Hal ini disampaikan kepada media pada Rabu (10/04/2019) melalui siaran pers di Banda Aceh.

“Wali Nanggroe dan DPRA punya amanah secara regulatif untuk menyelamatkan aset dan harta kekayaan Rakyat Aceh. Tolong kalian jangan diam dan membiarkan harta orang Aceh dirampok” tegas  Haekal.

Haekal yang juga Sekjend Sentral Aktivis Dayah untuk Rakyat (SADaR)  Aceh menyebutkan, jika konflik dan aspirasi Mahasiswa hanya dianggap angin lalu oleh pemerintah maka ini akan berakibat fatal untuk kelangsungan demokrasi dan Perdamaian Aceh.

“Aspirasi mahasiswa ini jangan dibiarkan saja,  apalagi direspon anarkis oleh aparat. Jika terus dibiarkan ini akan berakibat buruk untuk kelangsungan demokrasi dan perdamaian di Aceh,” sebutnya.

Ia menambahkan,  jika aksi dan aspirasi ini dibiarkan saja oleh Pemerintah Aceh,  maka pihaknya siap menggalang dan memobilisasi masyarakat sipil untuk mendukung aksi mahasiswa ini.

“Kita akan menghadapi pemilu, jangan cederai demokrasi.  Jika kondisi ini terus dibiarkan dan tidak didukung oleh pemerintah maka kami siap memobilisasi massa dari semua kalangan untuk mendukung aksi Mahasiswa hari ini. Bila perlu, kita akan boikot Pemilu, ” tutupnya. []