Komisi IV DPR Aceh Minta Eksekutif Kebut Lelang Proyek

0
Drs. Abdurrahman Ahmad

BANDA ACEH |LA – Wakil Ketua Komisi IV DPR Aceh, Drs. Abdurrahman Ahmad meminta pihak terkait untuk segera melakukan proses perlelangan proyek. Sehingga, diharapakan para rekanan cukup waktu untuk pengerjaannya.

“Kita juga sedang memantau Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Tahun 2019, karena sudah disahkan pada akhir 2018 lalu. Perkiraan kita waktu itu, bulan February 2019, sudah berjalan. Namun, yang terjadi sekarang adalah banyak sekali proyek yang belum di lelang,” ungkap Abdurrahman pada media ini, Senin (20/5/2019).

Menurut politisi Partai Gerindra ini, Komisi IV DPR Aceh telah memanggil Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) terkait guna membahas permasalahan tersebut. Namun, jawaban eksekutif ketika itu adanya perubahan regulasi terkait administrasi dalam proses pengajuan perlelangan. Itu sebabnya, dinas terkait harus melakukan penyesuaian dengan regulasi yang baru.

“Kan, itu semua sudah diperbaiki. Tapi , kenyataannya, hingga saat ini, belum ada terlaksana dengan baik. Artinya, sedikit sekali kegitan-kegiatan yang telah di tender, dan masih banyak sekali kegitan yang belum di tender,” ungkapnya.

Dia juga mempertanyakan alasan eksekutif, yang terkesan lamban dalam melakukan proses lelang. Idialnya, sudah harus berjalan sekitar bulan Maret 2019, sedangkan sekarang sudah Mei 2019, dan belum terlaksanan dengan baik. Terutama, proyek- proyek yang nilai Pagunya besar.

“Berarti tinggal tujuh bulan lagi, sebelum habis masa kontrak (12/5/2019). Bisa jadi, tender akan molor lagi, sehingga akan menghabiskan waktu lagi dan yang kita takutkan adalah anggaran akan menjadi SiLPA kembali,” ujarnya.

Abdurrahman mewakili anggota Komisi IV DPR Aceh mendesak Pemerintaah Aceh untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut atau sesegera mungkin malakukan tender di setiap SKPA. Begitupu, ia berharap, rekanan yang dimenangkan adalah rekana yang propesiaoanal agar menghasilakan pekerjaan yang baik.

“Jangan, karena waktu sudah kepepet,memenagkan rekana yang tidak professional. Ini bahaya untuk hasil pekerjaan nanti. Juga harus diperhatikan, jangan memenangkan rekanan yang memasukkan nilai penawaran yang rendah. Kita takutkan, hasilnya juga tidak maksimal nanti,” harap Putra Aceh Besar ini.

Dia mengatakan. Kedepan, akan banyak hambatan yang dihadapi oleh rekana. Seperti, musim hujan, ada masa kelangkaan material berupa bahan galian C dan sebagainya. Terutama, semen akan langka di akhir tahun. Salah satu faktornya adalah, dkerjakannya proyek secara bersamaan.

“Ini harus menjadi perhatian kita semua. Apalgi, semua instrumen yang dimiliki eksekutif sangat lengkap, tapi, kegitan masih sangat lelet. Ini tidak tahu, kenapa begini. Seharusnya, kegiatan yang sudah lengkap administrasi harus secepatnya di tender, jangan ada lagi persoalan-persoalan lagi. Inikan, maslaha persolana administrasi. Ketika, administasi selesai dilelang terus,” harapnya.

Menurutnya, satu proyek itu tidak hanya diperhatikan terkait tenggat waktu pengerjaannya. Namun, harus dibangun sesuai dengan RAB yang telah direncanakan. Sehingga, hasil bangunan menjadi maksimal dan kokoh. Sehingga, akan berfungsi untuk waktu yang relatif lama.

“Selesai dibangun, dua hari sudah rusak, kan tidak ada maknanya juga. Jadi, setiap hari, kita hanya membangun yang itu –itu saja. Tapi, banyak pembanguanan lain yang harus dibanguan. Maka, harus dibangun dengankuliatas baik. Sehingga, dengan anggaran yang akan datang kita bisa bangun infrasruktur lain,”ulasnya.*