Konsep Mawah Diperkenalkan dalam Workshop Internasional di Surabaya

0
90

fahmi-yunusBanda Aceh – Fahmi Yunus yang mewakili UIN Ar-Raniry , Banda Aceh mempresentasikan program mawah dalam workshop internasional yang bertemakan“Thematic Workshop, on Islamic Cooperatives as the Economic Organization of Social Capital” di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, Surabaya, Senin (17/10/2016).

Fahmi Yunus memaparkan tentang peranan modal social serta kaitannya dengan praktek mawah. Mawah adalah salah satu modal sosial yang masih bertahan di Aceh dan sudah berlangsung sejak abad ke 16 di era kesultanan Aceh.

Dikatakan, mawah merupakan mekanisme permodalan dan penyerahan asset seperti hewan ternak, sawah, dan lain-lain, yang diserahkan dari pemilik asset kepada pengelola asset atau pekerja untuk dikelola sesuai dengan kesepakatan antara kedua belah pihak.

Fahmi juga mempraktekkan mawah yang selama ini masih bersifat tradisional, ke dalam bentuk institusionalisasi dalam suatu lembaga koperasi, yang dinamakan Beng Mawah.

“Beng Mawah sendiri baru berdiri pada tahun 2012 di Saree, Aceh Besar, dan mengalami perkembangan signifikan baik dari segi asset maupun permodalannya,” katanya.

Berdasarkan hasil kajian dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Ar-Raniry ini, praktik atau aplikasi yang digunakan dalam pembiayaan pada Beng Mawah sudah sesuai dengan asas kepatutan syariah.

Karena mawah merupakan praktik yang sudah sangat dikenal oleh masyarakat khususnya di pedesaan, maka pemahaman masyarakat tentang praktik ini sudah sangat baik.

Beberapa daerah lain di Indonesia juga memiliki kebijakan lokal seperti ini seperti maro di Jawa, dan tesang di Sulawesi Selatan.

“Bisa jadi konsep seperti mawah ini dapat diaplikasikan dalam bentuk institusi formal seperti yang sudah dilakukan oleh para pendiri Beng Mawah, dan disesuaikan dengan karakteristik daerah masing-masing,” papar FahmiYunus.

Kegiatan tersebut digelar Islamic Development Bank (IDB) dan Islamic Research Training Institute (IRTI) yang bermarkas di Jeddah, Arab Saudi, yang bekerja sama dengan Universitas Airlangga, Surabaya, dengan menggagas inisiasi tentang peranan koperasi syariah sebagai organisasi yang berdasarkan modal sosial(social capital).  (Sumber Serambinews.com)

BAGIKAN

KOMENTAR