KPI Aceh Bertemu  DPRA Untuk  Membahas Persoalan  ini

0
20
Foto : Liputanaceh.com

BANDA ACEH |LA-Komisi Penyiaran Indonesia Aceh  (KPIA) melakukan pertemuan dengan pihak DPR Aceh, untuk menyampaikan beberapa permasalahan serta perkembangan penyiaran di Aceh, Selasa 26 September 2017 di gedung DPRA.

Dalam pertemuan itu,di sambut langsung oleh anggota komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, T Jamal Muku.

“Saya ditugaskan oleh pimpinan komisi 1 kemarin pada hari Senin tanggal 25 September 2017. Bahwa hari ini  untuk menerima Komite Penyiaran Indonesia perwakilan Aceh, yang dipimpin oleh Muhammad Hamzah Bersama Kawan kawan,” kata T Jamal Muku dalam kesempatan tersebut.

Selanjutnya, di sampaikannya bahwa Mereka ( KPIA)  bertujuan bersilaturahmi atas kepengurusan KPIA yang baru.

“Disini  mereka juga menyampaikan beberapa permasalahan KPIA yang ada di Aceh serta perkembangan-perkembangan penyiaran di Aceh dari sejak awal berdiri Komite Penyiaran dari 78 jenis penyiaran sehingga sekarang menjadi 130 jenis penyiaran,” katanya.

Sebabnya, yang sangat berkembang saat ini adalah penyiaran televisi ada televisi TV kabel, sangat berkembang di daerah-daerah.

“Ada juga TV lokal seperti TV Aceh TV, ubudiyah TV dan kutaraja TV. Kemudian bertambahnya penyiaran radio serta media media online lainnya,”

Maka, KPI Aceh juga menyarankan agar kampus dan Dayah-dayah agar mendirikan radio sebagai media dakwah, saat ini KPI Aceh yang menjadi persoalan mereka sangat-sangat tidak didukung anggaran oleh pemerintah Aceh sehingga mereka sulit melaksanakan koordinasi terhadap penyiaran penyiaran di daerah-daerah, sebut anggota komisi I DPR Aceh ini.

“karena ketiadaan anggaran maka oleh sebab itu pemerintah Aceh agar diberikan anggaran, KPI ini dengan cukup agar proses pendangkalan aqidah yang terjadi di daerah daerah perbatasan, harap T Jamal Muku.

“KPI Aceh saat ini akan melaksanakan pengusullan rancangan Qanun tentang Lembaga Penyiaran Aceh, ini sangat kita dukung semua lembaga penyiaran aceh ini betul-betul menyuarakan tentang Aceh dan melaksanakan program-program syariat Islam dan mendukung sosialisasi bermacam produk Qanun yang sudah selesai,” ujar politisi ini.

“Sehingga bagi pendatang dari luar aceh akan melihat Aceh yang sejuk bukan seperti hari ini mereka melihat seperti Aceh seperti “neraka” padahal ketika sudah masuk ke Aceh sangat sejuk ini yang kita harapkan,” harap dia.

 

BAGIKAN

KOMENTAR