KPK kembali Periksa Pejabat Aceh

0
94
Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf (baju putih) tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Selasa (4/7/2018). KPK menangkap Irwandi Yusuf bersama Bupati Bener Meriah Ahmadi terkait dugaan korupsi penerimaan fee dari beberapa transaksi penyelenggaran negara di tingkat provinsi dan kabupaten di Aceh.(KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO)

BANDA ACEH | LA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terhadap sederet pajabat Aceh, di Gedung Dirkrimsus Polda Aceh, Lingke, Banda Aceh, Rabu (15/8/2018).

Pemeriksaan itu terkait status tersangka Gubernur Aceh non aktif Irwandi Yusuf yang ditangkap dalam OTT KPK di Aceh, bersama Bupati Bener non aktif Ahmadi, staf ahli Gubernur Aceh, Hendri Yuzal, dan pengusaha Syaiful Bahri pada 3 Juli 2018 yang lalu.

Mereka yang diperiksa adalah: Plt Gubernur Aceh, Kepala BPKS, Kepala Dinas Pendidikan, Kadispora dan mantan Kadispora, Kadis Pengairan, plt. Kadis kebudayaan dan pariwisata dan mantan, Inspektur, Kadis PUPR Aceh, ajudan Bupati Bener Meriah, isteri Irwandi Yusuf, Darwati A Gani dan swasta.

“Ini merupakan hari ke- 3, tim KPK melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait kasus DOK Aceh 2018. Pada 2 hari kemarin sekitar 29 saksi telah diperiksa,” jelas Jubir KPK Febri Diansyah pada media ini, Rabu (15/8/18).

Menurut Febri, KPK terus menelusuri data-data proyek dan alokasi anggaran di sejumlah Dinas di Aceh terkait dengan DOK Aceh 2018. Bukti-bukti yang didapatkan penyidik semakin memperkuat dugaan adanya tindak pidana korupsi terkait DOK Aceh 2018.

BAGIKAN

KOMENTAR