Krisis Air di Dayah Jami’ah Al-Aziziyah, Tim Ekspedisi Berhasil Menaklutkan Gunung Batee Iliek

0
77
Ustaz Riyandi, MA berhasil menaklukkan Puncak Gunung Pusat Aliran Air Batee Ileik, Samalanga. (Foto: LA/EM)

BIREUN I LA- Krisis air bersih yang melanda Dayah Jamiah Al-Aziziyah (DJA) Batee Iliek,  Samalanga, terpaksa harus melakukan ekspedisi menjelajah Glee Kreueng Batee Iliek Samalanga yang dipimpin oleh Ustaz Riyandi, MA, setelah mendapatkan mandat dan arahan dari Al-Mukarram  DR.Tgk. Muntasir A Kadir,  MA atau akrab disapa Ayah Batee Iliek, selasa, (21/11/2017).

“Melihat  krisis air bersih belum menemukan solusi yang memuaskan, Kami para Guru dan para tim ekspedisi yang  terdiri dari guru senior dan beberapa santri berstatus Mahasiswa harus melakukan penjelajahan menuju asal sumber air krueng Batee Iliek harus di tempuh dengan berjalan kaki Kerja dengan medan penuh sebak belukar dan binatang berbisa dan berbahaya,” kata Ustaz Riyandi, MA ketua tim ekspedisi DJA yang menjelajah belantara dan gunung Batee Iliek kepada liputanaceh.com, selasa, (21/11/2017).
Tokoh cendekiawan muda  itu juga mengatakan,  tim ekspedis melakukan perjalanan menelusuri tebing tebing dan tepian sepanjang Kreueng Batee Iliek dengan jarak tempuh 4 KM dengan kondisi perjalanan yang penuh semak belukar, hutan belantara dan kerikil yang tajam serta bebatuan besar dan licin,  melintasi jurang yang sangat dalam untuk diterjal.
“Tim ekspedisi terlihat sangat bersemangat walaupun harus menempuh perjalanan penuh resiko dan jurang, jalan penuh kerikil serta terjal bahkan binatang buas dan beracun kerap menghantui perjalanan tersebut,” lanjut kandidat doktor UIN Sumatera Utara itu.
Ia menambahkan perjalanan yang penuh dengan resiko ini, akhirnya berhasil kami lalui dengan penuh kegembiraan. kami mengucapkan.
 “Alhamdulillah, akhirnya kami sampai sampai juga  ke tempat (Lokasi pengambilan Air di puncak gunung tepatnya di hujung lhok lembue (Sumber utama Pengambilan Air untuk di alirkan ke Dayah Jami’ah Al-Aziziyah),” sambung ulama muda kelahiran Jambi itu.
Sementara itu Ayah Muntasir merasa sangat haru dan bangga hasil kerja dan pengabdian tim ekspedisi dan dewan guru juga masyarakat semoga krisis air bersih dapat teratasi dan kembali norma.
“Penghargaan tidak terhingga selaku pimpinan DJA atas kerjasama tim ekspedisi dan dewan guru serta masyarakat semoga krisis air bersih dapat teratasi di Dayah Jami’ah  Al-Aziziyah Batee Iliek Samalanga yang  saat inimasih terus berjuang dan berupaya semaksimal mungkin agar suplai air untuk kebutuhan santri tetap lancar sehingga nantinya dengan berkat air ini  mengalir ke Dayah.
.
Ayah Batee Iliek juga mengharapkan santri dapat melakukan aktifitas (Mandi, Berwudhu’ dan lainnya sebagaimana biasanya, dengan harapan para santri berhasil dalam menuntut ilmu tanpa ada kendala apapun terutama dalam persoalan air sebagai sumber utama kehidupan. Harapan kami kepada semua lapisan masyarakat, para Guru guru kami, khususnya pemda setempat mau  meluangkan waktu untuk terus membantu dan berdo’a serta peduli dan prihatin atas kondisi ini.  (EM)