LKS, Melahirkan Sumber Daya Manusia yang Terampil

0

BIREUEN– Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh menggelar Lomba Kompetensi Siswa (LKS)  SMK tingkat provinsi yang ke-28. Acara  pembukaan tersebut yang berlangsung di Kabupaten Bireuen yang memperlombakan sebanyak 39 cabang lomba yang dipusatkan di Kabupaten Bireuen dan Kota Lhokseumawe dari (7/9) hingga Kamis (12/9) .

Kepala Dinas pendidikan Aceh, Rachmat Fitri HD.MPA  dalam sambutanya menyebutkan selain mengadakan lomba, panitia juga menyediakan stand pameran produk inovasi unggulan untuk setiap perwakilan MKKS-SMK masing-masing Kabupaten/Kota, kegiatan ini dipusatkan di Halaman Pendopo Bupati Bireuen.

Adapun tujuan utama pelakasanaan pameran ini, kata Rachmat supaya masyarakat bisa melihat langsung buah karya anak-anak SMK dan menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SMK.

“Kegiatan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) jenjang SMK Ini bertujuan; Menyediakan wahana bagi siswa SMK untuk mengasah karakter positif, produktif, kreatif, dan inovatif serta Memotivasi siswa SMK untuk meningkatkan keahlian sesuai standar dunia usaha dan industry, mendorong produktivitas siswa SMK untuk mampu bekerja secara optimal dan menghasilkan produk inovatif serta meningkatkan kerjasama yang lebih intensif antara lembaga pendidikan (SMK) dengan dunia usaha/dunia industri (DUDI), asosiasi profesi dan berbagai pihak lainnya,” kata dia.

Selain itu, untuk memberikan kesempatan dan motivasi kepada siswa SMK untuk berkompetisi secara positif, Menyediakan sarana pengembangan dan pengakuan keunggulan kerja bagi siswa SMK yang memiliki kompetensi sesuai dengan tuntutan dunia kerja, serta memberikan pengalaman untuk mencapai prestasi tertinggi di bidangnya dengan menjunjung tinggi nilai kejujuran dan mengasah soft skill.

“Peserta akan kita seleksi secara objektif dengan menjunjung tinggi nilai-nilai sportifitas oleh para juri yang secara khusus kita hadirkan dari P4TK serta dari Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) terkait,” terang Kadis Pendidikan Aceh,Rachmat Fitri.

Seperti diketahui, peserta LKS adalah para siswa-siswi SMK dan didampingi guru pendamping dari 23 Kabupaten/Kota dengan jumlah keseluruhan 764 peserta, terdiri dari 414 siswa dan 350 guru pendamping. Kegiatan ini  berlangsung dari tanggal 7 hingga 12 September 2019 di Kabupaten Bireuen, Kota Lhokseumawe dan satu Cabang Lomba dilaksanakan di Banda Aceh yaitu cabang lomba (Printing)

Untuk peserta, guru pendamping dan juri akan diberikan akomodasi, konsumsi selama kegiatan, uang saku dan transport dari Kab/Kota ke lokasi lomba sesuai dengan tarif organda. Biaya dari kegiatan ini dibebankan PADA DPA-SKPA Dinas Pendidikan Aceh Tahun 2019 pada Bidang Pembinaan SMK.

“Hasil kegiatan ini kita harapkan terpilihnya putra/putri terbaik Aceh dalam bidang lomba yang mereka ikuti serta dapat meningkatan kreativitas siswa dalam bidang skill dan berkembangnya sikap kompetitif dalam diri siswa serta terasahnya kepekaan siswa dalam menghargai karya orang lain,” demikian Kadis Pendidikan Aceh, Rachmat Fitri.

Sementara Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menyatakan pembangunan sektor pendidikan merupakan cara paling efektif dalam mendapatkan sumber daya manusia yang handal. Salah satu jenis pendidikan yang ideal untuk melahirkan SDM terampil itu adalah melalui pendidikan kejuruan dengan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan kerja. Bahkan, dia menyebutkan begitu pentingnya pendidikan kejuruan ini, sehingga Presiden mengeluarkan Instruksi Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan dalam rangka meningkatkan dan mengembangkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia (SDM).

“Instruksi itu tentu sejalan dengan kondisi Aceh yang saat ini sangat membutuhkan banyak tenaga terampil di berbagai sektor usaha. Apalagi saat ini Pemerintah Aceh sedang berupaya menyiapkan proyek besar di bidang energi dan pengembangan kawasan ekonomi khusus. Tentu ke depan, akan dibutuhkan banyak tenaga kerja terampil,” ujar Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dalam sambutan pada acara pembukaan  lomba LKS SMK tingkat provinsi tersebut.

Oleh sebab itu, sambung Nova, Pemerintah Aceh terus berusaha meningkatkan kualitas pendidikan melalui program Aceh Carong, Aceh Meuadab dan Aceh Teuga. Aceh Carong menekankan pada  kemampuan daya saing dan kualitas pendidikan, Acèh Meuadab fokus pada upaya memperkuat nilai-nilai keislaman di kalangan anak-anak muda Aceh, sedangkan  Acèh Teuga fokus kepada penguatan prestasi olahraga khususnya generasi muda.

Salah satu upaya untuk menjalankan program itu adalah semangat untuk menjalankan Instruksi Presiden dengan mengembangkan SMK di Aceh.  Untuk itu, dibutuhkan dukungan dari semua stakholder untuk menjalankan misi tersebut.

“Semua dukungan itu kita harapkan dapat meningkatkan kualitas SMK di Aceh sehingga mampu menghasilkan alumni-alumni yang berkualitas. Saya sendiri sangat bangga, sebab dari tahun ke tahun prestasi siswa SMK Aceh mulai meningkat. Hal itu bisa kita lihat dari hasil Lomba Kompetensi SMK tingkat nasional yang selalu diikuti utusan dari Aceh. Bahkan pada LKS SMK tingkat Nasional di Yogyakarta Juli 2019 lalu, siswa SMK asal Aceh mampu meraih empat medali. Torehan itu membuktikan bahwa kualitas SMK kita mampu bersaing di tingkat nasional. Ke depan ini, kita akan terus meningkatkan kualitas semua SMK yang ada di seluruh Aceh. Untuk itu, kita perlu berupaya menciptakan kondisi belajar yang nyaman serta menghadirkan daya saing dan semangat berkompetisi yang sehat. Pemahaman siswa SMK tentang Revolusi Industri 4.0  mutlak harus diperkuat, mengingat semua aktivitas usaha saat ini sudah menggunakan sistem digital yang terkoneksi dengan internet,” tambah Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

Oleh sebab itu, kata dia, para siswa SMK harus siap menghadapi era ini dengan memperdalam pengetahuannya di bidang teknologi informasi. Karena itu, semangat belajar dan berkompetisi harus ditingkatkan. Ajang LKS ini adalah salah satu sarana untuk memperkuat semangat tersebut. Di ajang ini, para peserta akan diuji kemampuannya sesuai kategori yang dilombakan.

“Untuk itu saya meminta anak-anak kami yang menjadi peserta LKS ini, agar fokus mengikuti seluruh kegiatan yang dilombakan. Kerahkan seluruh kemampuan kalian untuk bisa meraih prestasi terbaik pada ajang ini. Saya percaya, kalian adalah siswa terbaik di sekolah masing-masing. Kini saatnya kalian mencetak prestasi di tingkat provinsi. Karya-karya terbaik di ajang ini tentunya berpeluang mendapat promosi di ajang yang lebih tinggi. saya ucapkan kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen yang telah berkenan menjadi tuan rumah pada LKS SMK tahun ini. Dan kepada anak-anak kami pelajar SMK se-Aceh, saya ucapkan selamat mengikuti kompetisi. Semoga kalian menjadi generasi unggul yang menjadi contoh bagi generasi muda lainya,” pinta Nova Iriansyah.

Acara penutupan Lomba Kompetensi Siswa SMK se- Aceh yang dilakukan oleh Bupati Bireuen, H Saifannur Rabu (11/9/2019) menuturkan Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sesuai dengan slogannya, “SMK Bisa..! SMK Hebat..! Siap Kerja: Santun, Mandiri dan Kreatif” ,maka harus memiliki kompetensi yang dibutuhkan oleh pasar kerja baik yang bertaraf nasional maupun internasional.

“Maka pembangunan sektor pendidikan merupakan cara paling efektif dalam mendapatkan sumber daya manusia yang handal. Salah satu jenis pendidikan yang ideal untuk melahirkan SDM terampil yaitu melalui pendidikan kejuruan dengan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan kerja,” ujar Saifannur selaku Bupati Bireuen.

Dengan begitu pentingnya pendidikan kejuruan ini, Saifannur menuturkan sehingga Presiden mengeluarkan Instruksi Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan dalam rangka meningkatkan dan mengembangkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia kita.

“Salah satu upaya untuk menjalankan program itu adalah semangat kita untuk menjalankan Instruksi Presiden dengan mengembangkan SMK di Aceh tidak terkecuali di Kabupaten Bireuen ini, untuk itu, dukungan dari semua pihak terutama Dinas Pendidikan Aceh, guru, Dinas atau lembaga terkait sangatlah penting sehingga dapat terimplementasikan intruksi Presiden tersebut. Alhamdulillah kegiatan Lomba LKS SMK Tingkat Provinsi Aceh yang ke-28 ini serta Expo Pendidikan telah terlaksana dengan baik sejak tanggal 7 September sampai dengan hari ini,” katanya.

Disamping itu, dia mengingatkan kepada siapapun yang terpilih sebagai pemenang di tingkat Provinsi, agar mempersiapkan diri untuk mengadapi (LKS) Tingkat Nasional yang akan berlangsung pada tahun 2020 nanti.

(ADV)

Berikut Lampiran Nama-nama para juara