MAA Labuhanhaji Laksanakan Pembekalan Penyusunan Rancangan Qanun Tentang Pelestarian Adat Aceh

0

Tapaktuan | Liputanaceh.com – Majelis Adat Aceh (MAA) Kecamatan Labuhanhaji melaksanakan kegiatan  Pembekalan Penyusunan Rancangan Qanun Tentang Pelestarian Adat Aceh dalam Kecamatan Labuhanhaji, Kabupaten Aceh Selatan.

Kegiatan tesebut dilaksanakan selama dua hari sejak tanggal 26 s.d 27 September 2019 di Gedung Serbaguna Gampong Tengah Baru, Kecamatan Labuhanhaji, Kabupaten Aceh Selatan.

Ketua MAA Kecamatan Labuhanhaji Lukman S, mengatakan, pembekalan ini dilaksanakan sebagai persiapan untuk pembahasan Rancangan Qanun Tentang Pelestarian Adat Aceh dalam Kecamatan Labuhanhaji yang akan dilaksanakan pada tanggal 2/12/2019 mendatang. Dimana pembahasan Raqan tersebut akan dilakukan oleh masing-masing komisi yang telah terbentuk sebelumnya.

“Ada enam komisi yang telah kita bentuk” kata Lukman, yaitu:

  1. Adat Perkawinan
  2. Adat Laot
  3. Adat Meugo (bersawah)
  4. Adat Seuneubok (ladang)
  5. Adat Berternak
  6. Adat Harian Peukan

“Komisi-komisi inilah nantinya yang akan melakukan pembahasan Raqan hasil dari pembekalan yang kita laksanakan selama dua hari ini,” terang Lukman. S, selaku ketua MAA Kecamatan Labuhanhaji.

Dari MAA Provinsi Aceh, usai memberi pembekalan, Sanusi M. Syarif, SE, M.Phil.,  menyampaikan, dalam pembekalan ini dilakukan pembedahan terhadap naskah Raqan yang sudah disusun beberapa waktu lalu oleh MAA Labuhanhaji serta komisi-komisinya.

“Disini kita melihat sisi mana yang perlu ditambah atau diperbaiki untuk menyahuti berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat kita yang terkait dengan adat,” jelas Sanusi.

“Hasil diskusi kita dalam dua hari ini, nanti akan dibahas kembali oleh Komisi Adat yang ada disini, untuk disesuaikan dan dijadikan naskah final,” tutup Sanusi.

Camat Labuhanhaji, Gusmawi Mustafa menambahkan, sebelum diberlakukan pada awal tahun 2020, Raqan yang sudah difinalkan oleh Komisi-komisi MAA Kecamatan Labuhanhaji, Raqan tersebut akan kita uji publikkan terlebih dahulu.

“Saat uji public tersebutlah kesempatan masyarakat Labuhanhaji melakukan koreksi terhadap Raqan sebelum ditetapkan untuk diberlakukan pada Januari 2020 mendatang,” demikian pungkasnya.

Untuk diketahui, Kegiatan tersebut juga diisi oleh Ketua MAA Kabupaten Aceh Selatan, H. Bachtiar sebagai pemateri dan dihadiri Perangakat Gampong, Adat dan Hukum se Kecamatan Labuhanhaji sebagai peserta.