Mahasiswa ISBI Aceh Minta Rektor Turun, Ini Alasannya

0
Mahasiswa ISBI Aceh lakukan aksi demonstrasi minta Rekotr turun. Foto: Dok. Liputanaceh

Aceh Besar | LA – Permasalahan yang terjadi di lingkup kampus Institute Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh yang berada di Kota Jantho, Aceh Besar, tampaknya semakin meluas. Sebelumnya sebanyak 29 dosen di kampus seni pertama di Aceh itu melayangkan surat mosi tak percaya kepada Rektor ISBI Aceh, karena diduga tidak mampu memimpin kampus yang sudah berdiri selama tiga tahun tersebut.

Baca: 29 Dosen ISBI Aceh Kirim Surat Mosi Tak Percaya Kepada Rektor, Ada Masalah Apa?

Kini, Rektor kembali didemo mahasiswanya karena hal yang tidak jauh berbeda. Puluhan mahasiswa kampus tersebut bergerak secara bersama-sama tanpa kooordinator lapangan. Hal itu sebagaimana dituturkan salah seorang aksi yang turut ikut dalam aksi unjuk rasa di depan gedung Rektor ISBI Aceh, kepada media Liputan Aceh.

“Kampus sudah berdiri tigatahun tidak maju-maju, terus sampai sekarang masih berdiri di gedung pinjaman, gedung sendiri tidak dibangun, sedangkan tanah sudah ada 30 hektar,” ungkap mahasiswi yang tidak ingin identitasnya dipublish.

Saat ditanya media ini terkait tuntutan mahasiswa dalam aksi unjuk rasa tersebut, dia mengatakan pihak mahasiswa meminta kepada Rektor ISBI supaya segera meninggalkan jabatannya karena dianggap sama sekali tak mampu membawa perubahan kepada kampus kebanggaan mereka.

“Kami minta Rektor turun dari jabatannya. Kami harap dia dicopot,” kata dia saat diwawancara via BBM Messanger, pada Jum’at 2 Juni 2017 sekitar pukul 13.25 WIB.

Hingga berita ini diturunkan, media Liputan Aceh mash terus melakukan konfirmasi kepada sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam hal ini. Liputan Aceh juga mendapat kabar adanya pemukulan terhadap dosen yang dilakukan oleh seseorang, namun kami belum berhasil mendapatkan informasi lebih lanjut terkait identitas pelaku maupun korbannya. (HSP)